Sejarah Ulama
Sejarah Ulama

@SejarahUlama

10 Tweets 5 reads Feb 04, 2023
[Sebuah Utas]
Guyonan Rokok Kiai Ma'ruf, Kiai Abdul Karim, dan Kiai Abu Bakar.
⤵️⤵️
Tak lama setelah NU resmi lahir th 1926, tak mau ketinggalan, Kota Kediri pun segera membentuk kepengurusan NU di tingkat cabang, dan secara aklamasi, Kiai Ma'ruf Kedonglo (yang dikenal sebagai waliyulloh Kediri) terpilih sebagai sebagai Rois Syuriah,
sedangkan Kiai Abdul Karim Lirboyo menjadi Ketua Tanfidziyah dan Kiai Abu Bakar Bandar Kidul sebagai Katib Syuriah NU Kota Kediri (waktu itu, kota & kabupaten menjadi satu). Usia beliau-beliau waktu itu sudah diatas 70 tahunan.
Unik juga kalau kita membayangkan ulama-ulama sepuh sekaliber beliau menjadi pengurus harian cabang NU. Tetapi itu juga cukup menggambarkan betapa luarbiasanya NU di awal-awal kelahiranya. Benar- benar sebuah kebangkitan para Ulama
Ketiga Kiai Nusantara ini kemana-mana selalu runtang runtung bersama-sama, tetapi dalam urusan rokok, mereka sangat berbeda. Kiai Ma'ruf dikenal sebagai perokok berat, Kiai Abdul Karim tidak merokok sama sekali, sedang Kiai Abu Bakar sesekali terlihat merokok juga
Suatu saat, melihat Kiai Ma'ruf merokok tanpa henti, Kiai Abdul Karim mencoba menggoda:
"Kang, iku pawonan opa lambe tho? (Mas, itu tungku api apa mulut?)
Kiai Ma'ruf segera menyahuti candaan teman karibnya ini:
"Yo iki kang, bedane antarane wedus (dalam riwayat lain "sapi") lan menungso, lek menungso yo ngrokok" (Ya ini mas bedanya antara kambing (sapi) dengan manusia, kalau manusia ya merokok)
Sementara Kiai Abu Bakar hanya diam saja melihat kedua sahabatnya ini bercanda,
sambil meneruskan bacaan sholawat yg menjadi kebiasaannya
Di lain kesempatan, Kiai Abdul Karim pernah bercanda:
"Wong nok kadung nyekik udud, sok nek nang kuburan ora nemu udud, bakale ngemut dzakare dewe " (Orang yang sudah kecanduan rokok,
saat di kuburan nanti tidak menemukan rokok yang bisa dihisap, maka dia akan menghisap kemaluannya sendiri)
Namun unik juga, kedua menantu Kiai Abdul Karim, yaitu Kiai Marzuki Dahlan dan Kiai Mahrus Ali justru mengikuti jejak Kiai Ma'ruf Kedunglo menjadi NU GR (Garis Rokok)

Loading suggestions...