Neo Historia Indonesia
Neo Historia Indonesia

@neohistoria_id

13 Tweets 1 reads Apr 06, 2023
Ave Neohistorian!
Cho Seung-Hui, seorang remaja tanggung asal Korea Selatan, pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada tahun 1992.
Tidak seperti American Dream yang didambakan, Cho tak bahagia sesampainya disana. Ketika mendaftar kuliah di Virginia Tech jurusan teknologi informasi bisnis, Cho tinggal di asrama kampus dan terpisah dari keluarganya.
Sikap dan tingkah Cho yang dirasa aneh, membuat dirinya tidak disenangi mahasiswa lainnya, membuat dirinya dikucilkan dan kesepian. Merasa tidak betah, Cho kemudian banting setir ke jurusan Sastra Inggris.
Gejala memburuknya kesehatan mental Cho mulai terlihat, antara lain: Penyendiri, Gagap, Tidak menjalin kontak mata, Ketertarikan akan pornografi, dan suasana hati yang berubah-ubah secara ekstrim.
Karena dirinya berlatar perekonomian pra-sejahtera sejak dari Korsel, Cho sangat membenci perilaku Hedonisme yang dilakoni oleh anak-anak kaya di kampusnya.
Sayangnya, orang-orang disekitarnya tidak terlalu mempedulikannya. Pada tahun 2005, Cho sempat dilaporkan kepada polisi telah menguntit dan mengintimidasi dua orang mahasiswi.
Cho tidak diproses hingga pengadilan, namun ia dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa. Entah bagaimana prosedur saat itu, Cho tak lama kemudian dapat kembali masuk kuliah.
Pada Februari 2007, Cho membeli senjata hand-gun Walther P22 dan mulai latihan menembak. Puncaknya, Pada 16 April 2007, Cho menembaki orang-orang yang ditemuinya di Virginia Tech secara membabi-buta.
Setelah menghabisi 32 orang dan melukai 23 orang, Cho kemudian mengakhiri nyawanya sendiri.
Di tengah aksi penembakannya, Cho sempat mengirimkan sebuah paket kepada NBC News melalui kantor pos.
Didalamnya, terdapat DVD yang berisikan foto dan video Cho berseragam paramiliter, memegang senjata, berbicara dengan nada monoton menggunakan diksi sejarah, agama, dan gaya penyampaian puitis.
Cho menjelaskan manifestonya dan pembenaran atas tindakannya tersebut. Terlihat Cho menyinggung soal penembakan massal Columbine High School Tahun 1999, dan juga kebenciannya terhadap perilaku Hedonisme.
Penulis: Jonathan Vivaldy
Editor: Irene Monica
Referensi:
Worth, Richard. Massacre at Virginia Tech: disaster & survival. Enslow Publishers, 2008

Loading suggestions...