11 Tweets 3 reads Mar 11, 2023
Memecahkan kasus pembunuhan itu membawa pikirian saya bernostalgia ke jaman sekolah ketika dihadapkan dengan soal matematika yang susah.
Pertama memandangi soal dengan mengerutkan dahi, berfikir kenapa bisa ada soal macam ini. Tapi menyerah bukan menjadi pilihan.
Pertama, amati TKP dg cermat karena semuanya bermula disini. Seperti soal matematika yg harus dipahami dahulu maksudnya sebelum kita memulai langkah pertama.
Kemaren di TKP, saya menemukan ceceran darah sampai ke kebun belakang. Barang korban masih ada, tp motor hilang.
Dengan potongan-potongan petunjuk yang kadang gamblang atau hanya berisi persamaan-persamaan terbatas, saya harus melogikakan masing-masingnya supaya bisa mencari kesimpulan yang pasti.
Petunjuk kedua: motor ditemukan jam 22.00 terpakir jarak 600 m dari TKP.
Analogi?
Petunjuk ketiga:
Ternyata sebelum kejadian korban memergoki seseorang yang sudah mencuri HP milik calon mertuanya. Korban dan orang itu kemudian pergi ke counter HP untuk memperbaiki HP yang ternyata sudah rusak.
Apa ada hubungannya?
Petunjuk keempat:
Seorang saksi melihat korban dan seseorang sedang berkelahi. Lokasinya ada di kebun belakang TKP. Dekat dengan lokasi ceceran darah yang ditemukan saat olah TKP.
Saksi cukup bisa menggambarkan ciri pelaku.
Pelaku sudah tergambar, peristiwa makin terang.
Untungnya dari 3 tahun lalu saya rutin mengumpulkan database pelaku kejahatan sesuai dengan jenis kejahatannya. Beberapa kandidat saya ambil dan menunjukkan ke beberapa saksi.
Boom. Pelaku teridentifikasi.
Berbekal informasi dari paguyuban tukang nasgor "Kijang 1 Ganti" kamipun bisa melacak pelaku. Tapi sebelumnya sebarkan DPO dulu supaya warga bisa juga mengetahui pelaku.
Karena pelaku ini selalu membawa sajam, DPO ini sangat perlu disebar supaya warga waspada.
Perburuan terakhir dimulai. Pelaku diketahui bersembunyi di ladang tebu dan kadang masuk ke perkembunan lain.
Sepertinya pelaku ini ahli gerilya, tidur di alam bebas untuk bersembunyi. Yap, dia tidur beralaskan karung seadanya.
Pelaku sepertinya sudah merasa akan disergap. Dia meninggalkan sarang dan kabur ke ladang tebu.
Tapi syukurlah pisaunya ditemukan.
Karena kebun tebu menghalangi pandangan mata dan area yang terbuka cukup luas, waktunya mengeluarkan drone sebagai alat taktis.
Saksikan detik-detik penangkapan pelaku via drone. Udah kaya ala-ala Navy Seal aja.
Tapi itu efektif!
Akhirnya pelaku bisa diamankan. Tunai sudah.
Masyarakat Mojokerto bisa kembali tenang tanpa ancaman pelaku yang berkeliaran membawa senjata tajam.

Loading suggestions...