10 Tweets Jan 13, 2023
Perempuan, cantik, lulusan S1, tapi masih single juga? Menurut buku ini, yang salah bukan kamunya. It's the math
๐Ÿงต
Menurut Birger si di pengarang buku, ada hubungan antara gender imbalance dan perilaku cari pasangan di kampus2
- di kampus yg jauh lebih banyak perempuannya, laki2 lebih cenderung ke casual relationship. Hookup culture jadi normal
- sementara di kampus yg lebih banyak laki2 atau sama rasionya, perilaku dating yg sehat lebih sering ditemukan. Perempuan lebih mungkin menemukan suaminya di sini juga.
Summary dari browndailyherald.com
Efek jangka panjang panjangnya, di kota2 dengan lulusan S1 lebih banyak wanitanya dibandingkan pria, dating jadi jauh lebih susah.
Di US, ini terjadi di Manhattan di mana lebih banyak college educated women.
Di Indo, mungkin Jakarta (?) Blm nemu datanya tapi
Terus solusi yang ditawarkan Birger adalaaaaah untuk pindah ke daerah yg lebih balance rasionya antara college educated men dan women :))
Contoh: Bay Area di US
Kalo di Indo w blm nemu ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ silakan kalo ada yg nemu datanya
Btw seperti buku terbitan luar negeri pada umumnya, hal2 tsb bisa aja ga berlaku di Indo karena banyak variabel yang beda (culture, dkk), jadiii anggap fyi aja jan baper2 amet
Tapi kalo kita bisa ambil key takeaways, sebenarnya ada beberapa hal yang menarik
(1) Saatnya jadi wanita asertif
Karena ternyata "men want to be wanted"
(2) Buat Asian American, ini ternyata ga ngaruh
Walaupun berpendidikan tinggi, Asian women yang menikah lebih tinggi persenannya dibanding ras lain di Amerika
....jadi apakah buat Asian women in general ga ngaruh (?) Gatau juga, silakan kalo ada yg mau riset
(3) "Marry down" mungkin bisa jadi solusi
A.k.a ga harus nikah dengan pria yang lebih kaya, lebih pinter dkk karena yha memang poolnya mungkin lebih sedikit
Sumber takeaways di atas dari sini
"Don't let Date-onomics Get You Down"
washingtonpost.com

Loading suggestions...