Mbah Mahrus sebagai menantu yang mengurusi segala persyaratannya, ketika mengurus paspor maka Mbah Mahrus matur agar Mbah Manab kerso difoto, setelah dirayu dengan alasan kalau tidak ada foto tidak bisa haji, maka kersolah beliau untuk difoto,
dan Mbah Mahrus pun mendatangkan fotografer.
Ketika difoto, karena kebiasaan Mbah Manab yang selalu menundukkan kepala, Mbah Mahrus harus matur berulangkali agar beliau menegakkan wajah.
Ketika difoto, karena kebiasaan Mbah Manab yang selalu menundukkan kepala, Mbah Mahrus harus matur berulangkali agar beliau menegakkan wajah.
Alhasil itulah satu-satunya foto beliau berdua yang ada, bahkan sempat hilang dan tidak diketahui rimbanya hingga suatu saat ada santri membeli kitab loakan di pasar pahing dan menemukan foto beliau di sela-sela kitab.
Kemudian oleh pengurus di repro dan diperbanyak serta menjadi rujukan foto beliau.
Sumber; KH. Ibrahim Ahmad Hafidz.
Sumber; KH. Ibrahim Ahmad Hafidz.
Loading suggestions...