Sebelum kita membeli suatu barang, kita akan selalu melewati 4 tahap:
1. Awareness: Lihat iklan di medsos
2. Interest: Kita tertarik dengan iklannya
3. Desire: Kita ingin memiliki produk di iklan itu
4. Action: Kita membeli produk itu
1. Awareness: Lihat iklan di medsos
2. Interest: Kita tertarik dengan iklannya
3. Desire: Kita ingin memiliki produk di iklan itu
4. Action: Kita membeli produk itu
Nah, setiap tahap ini perlu dipikirkan dengan matang, tetapi sering kulihat banyak UMKM atau konten media sosial kurang memperhatikan ini.
Kita coba bahas satu per satu secara sederhana. Semoga membantu.
Kita coba bahas satu per satu secara sederhana. Semoga membantu.
1. Awareness
Pada tahap paling awal ini, kita perlu fokus untuk mencari cara agar mendapat perhatian audiens yang tepat.
Misalnya, Maudy memiliki bisnis toko buku impor. Pertama-tama, Maudy perlu memilih media yang sering dipakai penyuka buku.
Pada tahap paling awal ini, kita perlu fokus untuk mencari cara agar mendapat perhatian audiens yang tepat.
Misalnya, Maudy memiliki bisnis toko buku impor. Pertama-tama, Maudy perlu memilih media yang sering dipakai penyuka buku.
Ia menemukan bahwa Twitterlah tempatnya. Pada tahap ini, Maudy perlu memperhatikan bahwa tujuannya sekarang adalah bagaimana ia bisa menjangkau sebanyak mungkin penyuka buku
Semakin banyak orang yang mengetahui tentang usaha Maudy, semakin banyak kesempatan Maudy untuk berjualan
Semakin banyak orang yang mengetahui tentang usaha Maudy, semakin banyak kesempatan Maudy untuk berjualan
Maudy pun bertanya, cara apa yang bisa kulakukan pada tahap ini ya? Ia coba brainstorm dan menulis beberapa kemungkinan:
1. Bikin review buku populer
2. Kolaborasi dengan akun Twitter yang suka kasih edukasi
3. Giveaway buku
4. Bikin thread buku favorit dari orang terkenal
1. Bikin review buku populer
2. Kolaborasi dengan akun Twitter yang suka kasih edukasi
3. Giveaway buku
4. Bikin thread buku favorit dari orang terkenal
Setelah dipikir-pikir dan disesuaikan dengan target audiens, Maudy ternyata ingin coba mengimplementasikan 2 poin awal: review buku dan kolaborasi.
"Oke, sekarang gimana caranya gua bisa bikin review buku dan kolaborasi ini menarik ya?"
"Oke, sekarang gimana caranya gua bisa bikin review buku dan kolaborasi ini menarik ya?"
2. Interest
Setelah mengetahui mana media yang tepat, target audiens yang dituju, dan konten seperti apa yang ingin dibuat, Maudy pun merancang cara agar orang-orang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisnis dan produknya.
Setelah mengetahui mana media yang tepat, target audiens yang dituju, dan konten seperti apa yang ingin dibuat, Maudy pun merancang cara agar orang-orang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisnis dan produknya.
Pada tahap Interest ini, Maudy fokus untuk berempati kepada target audiensnya. Ia mencari, apa sih yang menjadi problem/pain points dari calon customernya?
Ternyata, pada saat itu, orang-orang banyak yang tergiring opininya dan penuh emosi ketika melihat suatu thread Twitter.
Ternyata, pada saat itu, orang-orang banyak yang tergiring opininya dan penuh emosi ketika melihat suatu thread Twitter.
Maudy lalu sadar bahwa Ia bisa membuat konten mengenai pentingnya berpikir kritis di media sosial.
Ia kemudian teringat bahwa ada 2 buku yang bisa membantu persoalan ini: Calling Bullshit dari Bergstrom dan Thinking, Fast and Slow dari Kahneman.
Ia kemudian teringat bahwa ada 2 buku yang bisa membantu persoalan ini: Calling Bullshit dari Bergstrom dan Thinking, Fast and Slow dari Kahneman.
Dibuatlah kemudian suatu thread dengan tweet pertama seperti ini:
"Media sosial membuat kita sering terjebak pada pemikiran yang spontan, yang emosional.
Hal ini tentunya berbahaya dan Kahneman mencoba membantu kita untuk berpikir kritis melalui sebuah sistem analitis."
"Media sosial membuat kita sering terjebak pada pemikiran yang spontan, yang emosional.
Hal ini tentunya berbahaya dan Kahneman mencoba membantu kita untuk berpikir kritis melalui sebuah sistem analitis."
Maudy pun melanjutkan threadnya dengan mengikuti tips-tips copywriting yang baik:
1. Buat kalimat/paragraf yang sederhana
2. Pakai bahasa yang sesuai dengan target audiens
3. Sistematis dan terukur
1. Buat kalimat/paragraf yang sederhana
2. Pakai bahasa yang sesuai dengan target audiens
3. Sistematis dan terukur
Senang karena sudah separuh jalan, Maudy kini memikirkan cara agar orang yang sudah membaca thread tadi untuk membeli bukunya.
"Ah! Kayaknya bisa deh bikin diskon untuk buku ini selama sehari aja..."
"Ah! Kayaknya bisa deh bikin diskon untuk buku ini selama sehari aja..."
3. Desire
Pemikiran Maudy barusan masuk ke tahap Desire. Bagaimana kita membuat orang yang telah bertahan membaca review buku tadi menjadi seorang pembeli.
Salah satu caranya adalah memberikan promo terbatas. Ini membuat orang yang tertarik untuk membeli, ya selagi diskon.
Pemikiran Maudy barusan masuk ke tahap Desire. Bagaimana kita membuat orang yang telah bertahan membaca review buku tadi menjadi seorang pembeli.
Salah satu caranya adalah memberikan promo terbatas. Ini membuat orang yang tertarik untuk membeli, ya selagi diskon.
Maudy perlu mencari cara agar target audiensnya punya urgensi untuk membeli buku tersebut. Itu memang pemikiran yang tepat, apalagi ya kira-kira yang bisa dilakukan dalam tahap Desire?
Coba kasih saran ke Maudy lewat reply tweet ini.
Coba kasih saran ke Maudy lewat reply tweet ini.
4. Action
Sekarang, Maudy sudah cukup senang. Ia sekarang cukup memberikan call to action sederhana agar orang-orang yang sudah tertarik untuk membeli tadi beneran beli.
"Jual lewat ecommerce deh, orang udah biasa pakai dan aman."
Sekarang, Maudy sudah cukup senang. Ia sekarang cukup memberikan call to action sederhana agar orang-orang yang sudah tertarik untuk membeli tadi beneran beli.
"Jual lewat ecommerce deh, orang udah biasa pakai dan aman."
Akhirnya, Maudy menjual buku Kahneman tersebut lewat berbagai ecommerce yang ada dan memberikan linknya di akhir thread.
Ia pun kembali menulis, "Diskon terbatas untuk 50 pembeli pertama!"
Ia pun kembali menulis, "Diskon terbatas untuk 50 pembeli pertama!"
That's it!
Kalian telah mempelajari formula AIDA dan ini bukan hanya bisa dilakukan untuk jualan, tapi juga ketika kalian memiliki akun media sosial atau lainnya.
Pada tahap desire dan action ya tinggal diganti jadi, "Follow @nathpribady untuk belajar hal-hal baru, GRATIS!"
Kalian telah mempelajari formula AIDA dan ini bukan hanya bisa dilakukan untuk jualan, tapi juga ketika kalian memiliki akun media sosial atau lainnya.
Pada tahap desire dan action ya tinggal diganti jadi, "Follow @nathpribady untuk belajar hal-hal baru, GRATIS!"
Next, mungkin ku akan coba share lebih detail seperti bagaimana membuat customer persona dan customer journey map yang membantu kita pada tahap awareness dan interest.
Juga hal-hal lainnya.
Juga hal-hal lainnya.
Ohya perlu diingat, kita perlu banyak percobaan juga untuk mengimplementasikan AIDA formula ini. Tidak ada yang langsung jadi, perlu proses.
Kalau kalian mau coba, feel free untuk DM, aku akan kasih saran yang (semoga) membantu. Gratis kok gaada konsultasi2 bayar.
Kalau kalian mau coba, feel free untuk DM, aku akan kasih saran yang (semoga) membantu. Gratis kok gaada konsultasi2 bayar.
Btw, banyak yang request AISAS karena sekarang lebih sering dipakai di kalangan digital marketer.
Oke let's do ditunggu ya! 🥳
Oke let's do ditunggu ya! 🥳
Loading suggestions...