dr. Akhada Maulana, Sp.U
dr. Akhada Maulana, Sp.U

@akhadam77

2 Tweets 67 reads Dec 07, 2022
Bismillaah
Meneruskan thread ini.
Kadang2 setelah dilepas kateter pasien pasca op turp kembali tdk bs kencing. Penyebab yg sering adalah neurogenic bladder. Atau kelumpuhan otot kandung kemih. Karena dulu sblm dilakukan operasi si otot kerja keras untuk mengeluarkan kencing.
Padahal ada hambatan dr prostat. Nah akibatnya otot2 tsb akan membesar dan terlihat seperti jalinan sarang laba2 (kayak garis terlihat d foto). Yg bagian diantara garis tdk ada ototnya shg lemah.
Karena otot2 tsb terus menerus kerja lama2 kecapekan dan tdk kuat memompa lagi.
Akibatnya pasien tdk bs kencing dan dipasang kateter. Nah terus si pasien dioperasi prostatnya. Pada saat menunggu operasi dan 7 hr pasca operasi, pasien tetap dipasang kateter. Saat itulah kandung kemih istirahat karena kencing langsung keluar k kateter tanpa perlu kerja.
Nah saat kateter dilepas, terkadang otot2 kandung kemih belum siap utk kerja (kontraksi) lagi. Akibatnya kandung kemih hanya melar saja kayak balon saat terisi urine. Walaupun dia penuh namun tdk ada daya utk kontraksi.Maka kembali pasien tdk bs kencing.Bedanya tdk ada rasa sakit
Karena tdk ada otot yg menahan. Kandung kemih berubah jd kayak balon. Ngembang terus. Yg ada perut bawah jadi kembung dan ada rasa tdk nyaman.
Maka dr itu perlu dipasang kateter ulang. Dan kmd dilatih dengan bladder training. Apa itu bladder training ? Ntar kita bahas next tweet
Bila perlu dengan fisioterapi, dirangsang sarafnya biar kontraksi.
Atau diberikan obat ubretid (distigmine bromide). Di Indonesia tdk beredar secara resmi. Pasien biasanya beli online k aplikasi di luar Indonesia. Kita evaluasi 1 or 2 pekan kmd dilepas kateternya. Kalau kencing,
Y selesailah. Kalau belum y pasang kateter lagi dan ulangi lagi proses terapi dan obat.
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bisawwab...

Loading suggestions...