12 Tweets 1 reads Jan 13, 2023
Sebuah perjalanan penyetaraan ijazah
Jadi w penasaran pengen nyetarain ijazah, just in case tetiba harus pulang Indo for good yekan
Tapi
Ternyata di kasus aku
Tidak segampang itu wkwkkk
Pertama aku ke webnya dulu ya kan, cari syaratnya apa ja. Oke, nemu
ijazahln.kemdikbud.go.id
Terus ini alurnya, habis itu bikin akun, maka bikin akunlah aku dan masukin segala info dkk
Tapi eh tapiiiiii
Program studinya harus ada di drop down Kemendikbud
Dan program studi aku
Enggak ada 🥲
Menurut petunjuk, maka aku harus email KBRI, maka emaillah aku ke KBRI minta surat keterangan bahwa prodi ini ada dan terakreditasi
Mulailah aku email demikian, dengan melampirkan ijazah dan katalog kampus. Harapannya mereka iya iya aja karena oh ada di katalog kampus ya udah sih terpercaya dong ya
Lah tapi dibalesnya demikian :"
Bingung banget dong ya soalnya yues kan ga ada semacam BAN-PT per prodinya gitu, dan aku ga butuh surat akreditasi univ lha wong univnya sudah ada di drop down
Yang kubutuhkan prodinya 🥲
Terus wa bales dengan kefrustrasian wa di email ini
Nah terus dibalesnya...
- suruh ngirim ijazah (lah padahal kan udah ya email pertama)
- nggak nemu prodi wa di link (lah padahal jelas2 ada)
- bakal akreditasi univ doang huhuuuuu aku tidak butuuuuuuh aku butuhnya prodiiii 😭😭😭😭😭
Akhirnya wa push lagi sambil berdoa
- screenshot webnya, highlight bahwa ini lhoooooo prodinya ada 😤😤😤
- melampirkan contoh dari temen yg dapet surat dari KBRI London
Dan akhirnya jengkeng dibuatin juga 😭😭😭😭😭😭
Emang harus
Sa
To the
Bar
Demikianlah, akhirnya setelah 50 hari kelar juga penyetaraan.
Sangat mengapresiasi Kemendikbud yang sudah mendigitalisasi semua prosesnya, jadi aku bisa sambil rebahan ngupload dokumen sambil senam jempol adu argumen wkwkw
Kuncinya adalah shabaaarrr
Wkwkw pada salah fokus sama cara ngetiknya pegawai KBRI
Demikian adalah pentingnya belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Twitter boleh belepotan, email dan surat jangan :))
Sallam.

Loading suggestions...