TXT DARI MARKETING
TXT DARI MARKETING

@txtmarketing_

21 Tweets 1 reads Feb 04, 2023
Untuk yang bingung buat menetapkan harga produk biar ngga rugi, yuk kenalan sama PRICING STRATEGY
Simak~
“Harga” merupakan faktor kunci, sebuah perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.
Dalam menentukan harga, biasanya berasal dari :
Biaya produksi (bahan, tenaga kerja) + Biaya pemasaran + % keuntungan = Harga.
Tapi selain 3 hal tersebut, sebetulnya apa sih variable lain yang bisa digunakan untuk menetapkan sebuah harga ?
1. Analisis market
Dalam menjual sebuah produk, kita perlu menganalisa sumber daya yang mampu dikeluarkan oleh market yg kita tuju.
Misalnya, kita jualan produk ayam geprek, tapi pasar yang kita bidik adalah mahasiswa. Maka kita perlu memikirkan, berapa banyak uang yg mampu dikeluarkan oleh mahasiswa untuk membeli makanan.
2. Analisis Kompetitor
kalau kalian punya kompetitor yg sudah lebih dulu jualan ayam geprek di lingkungan mahasiswa, kalian perlu melihat berapa harga yang berani dikeluarkan oleh kompetitor untuk berjualan di pasar yang sama.
Nanti dari sana, kalian akan melihat hal lain apa yg bisa jadi “pembeda” dalam menetapkan strategi harga.
Misalnya, kompetitor jualan ayam geprek seharga 15rb . Kalian bisa menetapkan harga dibawahnya, misal 13rb sehingga pasar beralih ke bisnis ayam geprek yg kalian jual.
atau menawarkan manfaat lain. Misal, sama2 jualan 15rb tapi kalian memberikan manfaat lain, misalnya gratis es teh manis dll.
Kemudian, apa sih manfaat dari penetapan harga/pricing strategi yg baik ?
1. Brand/Usaha bisa lebih mudah diterima oleh market
2. Meningkatkan brand image di target market, misal “Harga enak dan murah”
3. Menjadi “bensin” perusahaan dalam mengambil profit, dan meningkatkan pelayanan/kualitas produk.
4. Sustainable usaha. Simpelnya, kalo untung kan bisnisnya jadi jalan terus.
Nah, karna udah tau manfaat2 dan juga variable yang harus ada dalam analisa sebuah harga.
Minma mau kasih tau beberapa strategi penetapan harga, yg biasa nya diterapkan oleh para pengusaha.
1. Cost plus pricing
Strategi ini biasanya sering dijumpai oleh pedagang-pedagang kecil, atau UMKM.
Dimana dalam menentukan strategi harganya, mereka hanya menghitung jumlah produksi + Keuntungan yg ingin diambil.
Misal kalian mau jual ayam geprek tadi, ongkos produksi habisnya 10rb terus kalian ingin ambil untung 5rb. Yauda berarti jualnya harga 15rb
2. Competitor based-pricing
simplenya, patokan harganya berdasarkan kompetitor jual berapa.
Misalnya kompetitor jual ayam geprek 20rb, maka kita juga jual harga 20rb juga. Atau lebih murah 1-2rb dibawahnya.
Strategi ini, akhrinya ga berpatok kalian mau untung berapa. Selama harganya sama dgn kompetitor atau sedikit dibawahnya agar bisa bersaing.
3. Premium pricing
Price is a pride, mungkin slogan ini cocok untuk penetapan harga premium pricing. Biasanya harga ini ditetapkan untuk segmen pasar tertentu, seperti harga kamar VVIP di rumah sakit.
atau harga produk brand2 terkenal seperti apple, LV, Gucci, supreme dll
4. Freemium pricing
Seperti namanya, strategi ini menggabungkan harga free dan harga premium. strategi ini biasa digunakan oleh spotify/youtube dll, yang menawarkan harga gratis atau premium dgn fitur yang lebih lengkap.
5. Bundle pricing
Ini sering kita jumpai ya, misalnya harga
ayam geprek = 18 rb
es teh manis = 6rb
kalo beli ayam geprek + es tehmanis = 20rb.
Nah, strategi ini juga efektif buat meningkatkan penjualan produk loh. Karena konsumen mendapat harga yg lebih murah dan mereka akan lebih tertarik untuk membeli produk kalian.
6. Psychology pricing
Startegi penetapan harga ini berdasarkan psikologi pasar untuk mengesankan harga lebih murah. Misal, harga produk kamu 200rb.
Tapi kamu pasang harga jadi 199k. Untuk mengesankan harga lebih murah. Sehingga bisa menarik perhatian pelanggan lebih banyak.
Nah kalo kalian mau belajar hal² seputar marketing, dan skill skill lain. Join aja kesini
Contoh produknya apa? Minma kurang yakin si dgn strategi kek gitu.
Soale biasanya beda segmen, beda psikis, beda kebutuhan, akhirnya beda penyikapan

Loading suggestions...