Garis Tengah
Garis Tengah

@garistengah_id

18 Tweets 4 reads Dec 06, 2022
Pernah ga sih muncul pertanyaan, "Kenapa ya kok orang-orang Brasil jago main bola?"
Admin pernah kepikiran, dan nyari tau jawabannya. Nah ada sebuah jurnal yang coba menjawab kenapa pemain2 Brasil cukup berbakat di sepak bola.
Sebuah utas untuk menemani minggu sore teman2☕️
Sepak bola pertama kali tiba di Brasil pada akhir abad ke-19.
Orang2 Inggris lah yang memperkenalkan sepak bola di sana. Tapi, sepak bola baru benar2 populer waktu Brasil main di Piala Dunia 1930. Meskipun tersingkir di grup, sejak saat itu sepak bola mulai dimainkan di sana.
Kegilaan orang Brasil sama sepak bola bertambah berkali-kali lipat waktu Pele muncul ke permukaan.
Lewat Pele, orang2 Brasil yang sebagian besar terjebak kemiskinan seolah dapet gambaran nyata kalo sepak bola bisa mengubah hidup mereka. Apalagi kalo dimainin secara profesional.
Berbicara tentang Brasil memang enggak bisa lepas dari kondisi sosial ekonominya. Bahkan waktu negara tersebut jadi juara Piala Dunia 1958, hampir setengah populasinya enggak bisa membaca.
Lebih parah lagi, pada 2019 tingkat kemiskinan Brasil masih berada di angka 9,12%.
Artinya, sebanyak 9,12% populasi Brasil masih hidup dengan uang kurang dari 3,20 USD atau sekitar 45 ribu Rupiah setiap harinya.
Sementara itu Brasil ada di posisi ke-7 negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia. Dalam setiap 100.000 penduduk, rata-rata terdapat...
...23,4 pembunuhan. Buat perbandingan, di Indonesia dari 100.000 penduduk rata-rata ada 4478 kejahatan secara umum, enggak cuma pembunuhan.
Penjualan narkoba pun cukup marak. Bagi anak2 muda miskin di sana, jualan narkoba adalah salah satu pilihan menyambung hidup.
Tapi sebuah penelitian dari Frontiers pada 2021 yang dilakukan oleh lima ilmuwan dari beberapa universitas terkemuka di dunia, menemukan sebuah fakta menarik.
Ternyata kemiskinan di Brasil itu membantu anak2 muda di sana buat dapet skill dan keahlian main bola.
Kok bisa?
Pertama, kemiskinan membentuk passion yang tinggi bagi anak-anak Brasil buat main sepak bola. Sejak kecil, mereka udah termotivasi bahwa derajat dirinya dan keluarganya bakal terangkat kalau ia sukses jadi pesepak bola.
Selain itu, sepak bola adalah sebuah alat bagi mereka...
... untuk lari dari pilihan hidup yang enggak mereka inginkan: berjualan narkoba.
Kedua, pola pikir dan mental yang udah terbentuk sejak remaja. Karena terbiasa hidup serba kekurangan dan tertempa berbagai macam permasalahan hidup, anak-anak muda Brasil ini dapat hidup...
...dalam berbagai macam situasi dan tantangan dalam perjalanan menuju mimpi mereka menjadi pemain sepak bola profesional. Hal itu juga membantu banget buat mengatasi tekananan dari suporter lawan di stadion.
Hal serupa dinyatakan Emerson, pemain Brasil yang mencetak brace...
...di final Copa Libertadores 2012 waktu timnya Corinthians ngalahin Boca Junior. Dalam konferensi pers setelah laga, dia ditanya apakah ada tekanan yang dirasakan waktu main di La Bombonera, yang merupakan markas dari Boca Junior.
Jawabannya cukup menarik.
Kata Emerson, dia lahir dan tumbuh di tempat yang bikin dia ngeliat hal2 mengerikan yang belum pernah dilihat kebanyakan orang.
Buat dia, tekanan adalah saat ia berlindung di bawah tempat tidur: takut kalo sebuah peluru bakal bersarang di dadanya, kepalanya, atau bagian...
...tubuhnya yang lain. Menurut Emerson, bermain di stadion sepak bola yang layak dengan bola yang bagus tentu bukanlah tekanan melainkan sebuah kenikmatan.
Kemudian faktor ketiga kenapa kemiskinan bisa membentuk skill sepak bola adalah dengan berkembangnya Malandragem. Apa itu?
Malandragem = kreativitas dan skill untuk menggocek bola, yang tercipta dari sebuah hal yang disebut Pelada. Apa lagi tuh Pelada?
Singkatnya, Pelada itu kondisi di mana sepak bola bisa dimainkan di mana aja dan pake alat apa saja. Pelada bisa disebut juga Street Football.
Dalam Pelada cuma ada satu aturan yang berlaku: Enggak bakal ada pelanggaran kalo darah belum tertumpah. Selain itu, pelada enggak mengenal batasan umur.
Orang2 dengan umur berapa aja bisa bermain meskipun lawan yang dihadapinya adalah anak-anak kecil berumur di bawah 10 tahun.
Seorang mantan pesepak bola Brasil berinisial VL, cerita kalo waktu dia berumur 6 tahun, dia biasa main sepak bola lawan anak-anak berusia 15 tahun.
Dari sanalah beberapa skill kayak decision making, problem solving, dan eksplorasi ruang serta waktu dapat dimiliki.
Dari situ juga akhirnya gocekan-gocekan khas pemain Brasil mulai terbentuk.
Karena saat bermain di Pelada, pemain mana pun harus bisa pake kemampuan yang namanya Ginga, atau kemampuan meliak-liuk menghindari terjangan pemain lawan.
Nah itu tadi utas berdasarkan studi dari Frontiers, tentang tiga faktor utama kenapa anak-anak muda Brasil sangat berbakat dalam sepak bola.
Maaf kalo utasnya panjang banget. Buat yang males baca, kami pernah upload tentang ini secara audio visual.
youtube.com

Loading suggestions...