Selain mendukung Barca, awalnya mereka juga merupakan kelompok pergerakan politik sayap kiri yang menjunjung tinggi kesetaraan.
Pemilik Barcelona tahun 1978-2000 pernah dikritik habis-habisan lewat chants dan banner karna pemain Barcelona dibayar dengan murah dan gak layak.
Pemilik Barcelona tahun 1978-2000 pernah dikritik habis-habisan lewat chants dan banner karna pemain Barcelona dibayar dengan murah dan gak layak.
Lama2 terjadi pergeseran ke sayap kanan waktu penonton skinheads mulai masuk Boixos Nois.
Subkultur skinheads dan hooligans mulai dipelajari. Efeknya, Boixos Nois cenderung jadi lebih brutal: Kekerasan merajalela, penyalaan suar tanpa henti, dan lagu2 rasis dinyanyikan.
Subkultur skinheads dan hooligans mulai dipelajari. Efeknya, Boixos Nois cenderung jadi lebih brutal: Kekerasan merajalela, penyalaan suar tanpa henti, dan lagu2 rasis dinyanyikan.
Kejadian kontroversial Boixos Nois terjadi pada 1985.
Waktu itu mereka membentangkan banner bertuliskan “Gracias Liverpool!” dan bendera swastika habis tragedi Heysel.
Si pemilik klub langsung menindak tegas Boixos Nois dan mindahin mereka dari tribun selatan Camp Nou.
Waktu itu mereka membentangkan banner bertuliskan “Gracias Liverpool!” dan bendera swastika habis tragedi Heysel.
Si pemilik klub langsung menindak tegas Boixos Nois dan mindahin mereka dari tribun selatan Camp Nou.
Tindakan tadi bikin Boixos Nois mereda dan membuat perjanjian bahwa enggak akan berulah di dalam stadion.
Tapi mereka menggarisbawahi kalo bakal tetep liar di luar stadion. Akhirnya mereka diizinin balik ke tribun selatan setelah pihak tim menyetujui perjanjian tersebut.
Tapi mereka menggarisbawahi kalo bakal tetep liar di luar stadion. Akhirnya mereka diizinin balik ke tribun selatan setelah pihak tim menyetujui perjanjian tersebut.
Tahun 1991, salah satu anggota Boixos Nois melancarkan balas dendam dengan membunuh Frederic Rouquier (Anggota Brigadas Blanquiazules), yang bikin pelaku dipenjara selama 26 tahun.
Kasus itu viral sampe bikin pemilik klub mindahin lagi Boixos Nois ke tribun utara.
Kasus itu viral sampe bikin pemilik klub mindahin lagi Boixos Nois ke tribun utara.
Beruntungnya, pada 1993 FIFA ngeluarin peraturan baru tentang pemasangan kursi di setiap tribun.
Peraturan itu cukup membantu manajemen Barcelona buat memantau Boixos Nois di dalam stadion.
Tapi, pemindahan tribun dan pemasangan kursi enggak memengaruhi keganasan Boixos Nois.
Peraturan itu cukup membantu manajemen Barcelona buat memantau Boixos Nois di dalam stadion.
Tapi, pemindahan tribun dan pemasangan kursi enggak memengaruhi keganasan Boixos Nois.
Kelompok2 kecil dari Boixos Nois mulai lahir: Almogavers, Sang Culé, Inter City Culé, Grup Fidel, dan masih banyak lagi.
Pergerakan mereka di luar stadion pun juga semakin menakutkan dengan peredaran obat terlarang, pencurian, penjualan senjata api ilegal, dan hal kriminal lain
Pergerakan mereka di luar stadion pun juga semakin menakutkan dengan peredaran obat terlarang, pencurian, penjualan senjata api ilegal, dan hal kriminal lain
Puncaknya, Joan Laporta melarang Boixos Noir dateng ke stadion. Setelah pelarangan itu, Mereka mengancam bakal membunuh Joan Laporta. Ga tanggung2, ancaman itu ditulis dengan mengecat rumah Joan Laporta.
Pelarangan anggota2 Boixos Nois sampe sekarang, enggak menyurutkan...
Pelarangan anggota2 Boixos Nois sampe sekarang, enggak menyurutkan...
Semangat mereka buat tetep mendukung Barcelona. Mereka tetap eksis di dalam Camp Nou walaupun udah menyebar di seluruh penjuru tribun.
Uniknya kalo laga tandang, mereka bakal jadi satu lagi.
Boixos Nois juga menjalin pertemanan sama ultras lain. Contohnya adalah Ultras AS Roma.
Uniknya kalo laga tandang, mereka bakal jadi satu lagi.
Boixos Nois juga menjalin pertemanan sama ultras lain. Contohnya adalah Ultras AS Roma.
Dilansir dari The Guardian, waktu Final Liga Champions 2009, ada dua penggemar Manchester United yang ditikam sama gabungan kelompok Boixos Nois dan Ultras AS Roma. 11 pelaku kemudian ditahan terkait peristiwa itu.
theguardian.com
theguardian.com
Kasus penikaman juga dirasakan sama fans PSG waktu bertandang ke Camp Nou pada 2014.
Bahkan, pada Mei 2020, tersebar vĂdeo kekerasan oleh Boixos Nois kepada anggota Brigadas Blanquiazules di rumah sakit Vall d’Hebron Barcelona.
snl24.com
Bahkan, pada Mei 2020, tersebar vĂdeo kekerasan oleh Boixos Nois kepada anggota Brigadas Blanquiazules di rumah sakit Vall d’Hebron Barcelona.
snl24.com
Menurut Marca, mereka dateng ke rumah sakit buat membantu nakes dan korban COVID-19.
Namun, anggota Boixos Nois denger nih kalo ada anggota Brigadas Blanquiazules juga rumah sakit itu. Jadilah mereka mukulin anggota Brigadas Blanquiazules.
marca.com
Namun, anggota Boixos Nois denger nih kalo ada anggota Brigadas Blanquiazules juga rumah sakit itu. Jadilah mereka mukulin anggota Brigadas Blanquiazules.
marca.com
Kekuatan Barcelona di lapangan hijau juga diikuti sama kekuatan garis kerasnya.
Bocah-bocah gila yang di dalam jiwanya sudah terpatri keyakinan untuk selalu membawa dan menjaga panji-panji Barcelona, klub yang mereka cintai. Gak peduli kalo kehadiran mereka ga dihendaki.
Bocah-bocah gila yang di dalam jiwanya sudah terpatri keyakinan untuk selalu membawa dan menjaga panji-panji Barcelona, klub yang mereka cintai. Gak peduli kalo kehadiran mereka ga dihendaki.
Loading suggestions...