Emang kenapa kalo namanya beda? Siapa tahu ganti nama aja, kan?
Iya memang. Cuman si Daffeh ini tiga tahun lebih tua dari Jatta. Jadi si Jatta ini dituduh malsuin umur dan tentu dong ini bukan hal yang sejalan dengan nilai-nilai yang harus dijunjung dalam olahraga.
Iya memang. Cuman si Daffeh ini tiga tahun lebih tua dari Jatta. Jadi si Jatta ini dituduh malsuin umur dan tentu dong ini bukan hal yang sejalan dengan nilai-nilai yang harus dijunjung dalam olahraga.
Terus kenapa Bild bisa punya tuduhan itu? Jadi, mereka dapet info dari seorang sumber kalo sebelum 2015, si Jatta udh main buat Timnas Gambia U20 dengan nama Daffeh.
2 pelatih lokal di Gambia juga bilang kalo mengenali Jatta ini sebagai Daffeh yang dulu pernah mereka latih.
2 pelatih lokal di Gambia juga bilang kalo mengenali Jatta ini sebagai Daffeh yang dulu pernah mereka latih.
Klubnya tentu enggak tinggal diam, dong. Mereka ngebela pemainnya dan bilang kalo punya paspor dan izin kerja yang sah dari si Jatta. Agennya Jatta juga langsung menolak mentah-mentah tuduhan itu.
Tapi, investigasi pun dilakukan buat mencari tahu kebenaran dari tuduhan ini.
Tapi, investigasi pun dilakukan buat mencari tahu kebenaran dari tuduhan ini.
Sport Bild ngasih tambahan bukti dengan bilang kalo di tahun 2015, Jatta pernah ngirim email ke otoritas Kota Bremen dan menyebut nama Daffeh di emailnya. Hal ini sempet ditinjau sama kejaksaan Bremen tapi beberapa minggu kemudian, kasus menyangkut bukti ini ditutup.
Gak ketinggalan, dari pihak Hamburger SV kasih liat birth certificate dari pemainnya itu. Hal ini jadi bukti yang kuat dan bikin mereka yakin kalo kasus ini gak perlu diteliti lebih jauh lagi. Otoritas Kota Hamburg-pun juga udh memverifikasi dokumen-dokumen yg dikasih liat Jatta.
Tapi di Bulan Juli 2020, apartemen Jatta di Hamburg sempat digeledah atas tuduhan pelanggaran UU Kependudukan Jerman terkait identitas palsu. Mereka bilang kalo Jatta menjalin komunikasi intens sama orang2 yang ada hubungannya sama Daffeh.
Lantas ponsel dan gawainya Jatta disita.
Lantas ponsel dan gawainya Jatta disita.
Tapi tidak ada klimaks maupun plot twist di cerita ini karna pada Maret 2022 kemarin, jaksa resmi menutup kasus ini. Yang artinya bahwa Jatta dinyatakan ga bersalah atas tuduhan ini dan dia adalah dia seutuhnya.
Referensi: africafeeds.com
newsrnd.com
Referensi: africafeeds.com
newsrnd.com
Tambahan referensi:
africafeeds.com
africafeeds.com
Loading suggestions...