Garis Tengah
Garis Tengah

@garistengah_id

12 Tweets Dec 06, 2022
Ini bukan kisah tentang Natalie dan Afi. Tapi tentang seorang pemain Hamburger SV, klub divisi duanya Jerman, yang dituduh punya dua identitas.
Identitas 'utama'nya udah main di klub itu sejak 2016 dan identitasnya yang lain pernah main di Timnas Gambia U20.
Sebuah utas~
Yang dituduh ini namanya Bakery Jatta. Per Fbref, sejauh ini dia udah main sebanyak 149 kali dengan catatan 18 gol dan 17 assist.
Pemain berposisi gelandang ini dateng ke Jerman pada 2015 sebagai imigran. Satu tahun kemudian udah bisa langsung tembus tim utama Hamburger SV.
Jatta udah menikmati dua musim di Bundesliga dan semusim di 2.Bundesliga sampe di tahun 2019 ada majalah Jerman, Sport Bild, yang bikin artikel yang mencurigai bahwa Jatta udah bikin identitas palsu. Dia sebenernya adalah seorang pria yang bernama Bakery Daffeh.
Emang kenapa kalo namanya beda? Siapa tahu ganti nama aja, kan?
Iya memang. Cuman si Daffeh ini tiga tahun lebih tua dari Jatta. Jadi si Jatta ini dituduh malsuin umur dan tentu dong ini bukan hal yang sejalan dengan nilai-nilai yang harus dijunjung dalam olahraga.
Terus kenapa Bild bisa punya tuduhan itu? Jadi, mereka dapet info dari seorang sumber kalo sebelum 2015, si Jatta udh main buat Timnas Gambia U20 dengan nama Daffeh.
2 pelatih lokal di Gambia juga bilang kalo mengenali Jatta ini sebagai Daffeh yang dulu pernah mereka latih.
Klubnya tentu enggak tinggal diam, dong. Mereka ngebela pemainnya dan bilang kalo punya paspor dan izin kerja yang sah dari si Jatta. Agennya Jatta juga langsung menolak mentah-mentah tuduhan itu.
Tapi, investigasi pun dilakukan buat mencari tahu kebenaran dari tuduhan ini.
Sport Bild ngasih tambahan bukti dengan bilang kalo di tahun 2015, Jatta pernah ngirim email ke otoritas Kota Bremen dan menyebut nama Daffeh di emailnya. Hal ini sempet ditinjau sama kejaksaan Bremen tapi beberapa minggu kemudian, kasus menyangkut bukti ini ditutup.
Gak ketinggalan, dari pihak Hamburger SV kasih liat birth certificate dari pemainnya itu. Hal ini jadi bukti yang kuat dan bikin mereka yakin kalo kasus ini gak perlu diteliti lebih jauh lagi. Otoritas Kota Hamburg-pun juga udh memverifikasi dokumen-dokumen yg dikasih liat Jatta.
Tapi di Bulan Juli 2020, apartemen Jatta di Hamburg sempat digeledah atas tuduhan pelanggaran UU Kependudukan Jerman terkait identitas palsu. Mereka bilang kalo Jatta menjalin komunikasi intens sama orang2 yang ada hubungannya sama Daffeh.
Lantas ponsel dan gawainya Jatta disita.
Tapi tidak ada klimaks maupun plot twist di cerita ini karna pada Maret 2022 kemarin, jaksa resmi menutup kasus ini. Yang artinya bahwa Jatta dinyatakan ga bersalah atas tuduhan ini dan dia adalah dia seutuhnya.
Referensi: africafeeds.com
newsrnd.com
Di akhir thread, admin pengen nampilin video legend yang ini, hahaha.

Loading suggestions...