Garis Tengah
Garis Tengah

@garistengah_id

11 Tweets Dec 06, 2022
Udah lama ga bikin thread karna weekend kemarin tim Garis Tengah fokus ber-pestapora hahaha.
Omong2 tentang pesta, kalian pernah denger ga tentang Boss Night?
Singkatnya, itu tuh cara suporter Liverpool merayakan sepak bola.
Mau tahu lebih jauh? SImak utas ini ya~
Akhir Mei lalu jantung Kota Paris dipadati orang2 berbaju merah.
Sama seperti di Madrid tiga tahun sebelumnya, orang2 berbaju merah ini lagi nonton konser musik bertajuk 'Boss Night' sebelum akhirnya liat klub kesayangan mereka yaitu Liverpool berlaga di Final Liga Champions.
Hal ini udah biasa dilakukan suporter Liverpool dan jadi tradisi: Ngerayain hari pertandingan dengan konser musik.
Jauh sebelum berubah menjadi konser musik, Boss membuat zine dengan nama Bossmag. Zine ini digagas pada Oktober 2007 oleh seorang suporter Liverpool, Dan Nicolson.
Nicolson ngebuat Zine ini karena dia mau ngerekam perjalanan tandang suporter, Biar kenangan2nya bisa dinikmati sampai puluhan tahun ke depan.
Bermodal minjem alat printing di kampus adiknya, edisi pertama BossMag terbit. Sampai tahun 2015 Bossmag udah ngeluarin 16 judul.
Suatu saat, Nicolson ngide buat bikin konser musik di hari pertandingan.
Waktu itu dia ngerasa kalo di Liverpool kultur kasual tuh lagi menguat. Selain itu, orang2 di sekitarnya banyak yang punya hobi nge-band.
Nah akhirnya pada 2012, Boss Night pun dimulai.
Gigs pertama dilakukan di Static Gallery Liverpool dan ditonton 300 orang.
Awalnya Boss Night enggak bawa2 nama klub Liverpool. Meskipun gitu tetep banyak pemuda klub itu yang rutin dateng. Karena emang Boss gak bisa lepas dari identitas pendirinya yang seorang suporter The Reds.
Lama kelamaan, Boss Night secara terang-terangan balik ke akar mereka yaitu menjadi perpanjangan identitas Liverpool melalui musik dan skena kasual.
Yang artinya, Boss Night mulai membranding diri mereka sebagai acara musiknya suporter Liverpool.
Berjalan beberapa tahun, seorang pemuda bernama Jamie Webster menjadi penampil rutin di Boss Night.
Awalnya dia kayak pengisi acara pada umumnya.
Tapi lama kelamaan dia mulai dikenal karena aksi panggungnya.
Sebagai seorang pemuda yg emang gila bola dan cinta banget sama Liverpool, aksinya sukses menyentuh sisi emosional penonton.
Salah satu ciri khasnya adalah menggubah lagu2 populer jadi bernuansa Liverpool. Salah satu lagu paling populer adalah β€œAllez! Allez! Allez!”
Admin yakin kalian semua pasti pernah denger lagu itu entah versi buat ngedukung Liverpool atau versi buat ngedukung Timnas Indonesia.
Bagi pendukung Liverpool, lagu itu disebut-sebut jadi soundtrack perjalanan menuju Final Liga Champions 2018 dan 2019.
youtube.com
Boss Night menunjukkan kalau dukungan buat klub dapat terlihat mulai dari fashion, musik, sampe lifestyle. Ini juga yang jadi salah satu alasan kenapa sepak bola itu bisa jadi industri yang besar di Eropa.
Kalo klub favorit kalian, ada tradisi serupa ga?~

Loading suggestions...