Suatu saat, Nicolson ngide buat bikin konser musik di hari pertandingan.
Waktu itu dia ngerasa kalo di Liverpool kultur kasual tuh lagi menguat. Selain itu, orang2 di sekitarnya banyak yang punya hobi nge-band.
Nah akhirnya pada 2012, Boss Night pun dimulai.
Waktu itu dia ngerasa kalo di Liverpool kultur kasual tuh lagi menguat. Selain itu, orang2 di sekitarnya banyak yang punya hobi nge-band.
Nah akhirnya pada 2012, Boss Night pun dimulai.
Gigs pertama dilakukan di Static Gallery Liverpool dan ditonton 300 orang.
Awalnya Boss Night enggak bawa2 nama klub Liverpool. Meskipun gitu tetep banyak pemuda klub itu yang rutin dateng. Karena emang Boss gak bisa lepas dari identitas pendirinya yang seorang suporter The Reds.
Awalnya Boss Night enggak bawa2 nama klub Liverpool. Meskipun gitu tetep banyak pemuda klub itu yang rutin dateng. Karena emang Boss gak bisa lepas dari identitas pendirinya yang seorang suporter The Reds.
Lama kelamaan, Boss Night secara terang-terangan balik ke akar mereka yaitu menjadi perpanjangan identitas Liverpool melalui musik dan skena kasual.
Yang artinya, Boss Night mulai membranding diri mereka sebagai acara musiknya suporter Liverpool.
Yang artinya, Boss Night mulai membranding diri mereka sebagai acara musiknya suporter Liverpool.
Admin yakin kalian semua pasti pernah denger lagu itu entah versi buat ngedukung Liverpool atau versi buat ngedukung Timnas Indonesia.
Bagi pendukung Liverpool, lagu itu disebut-sebut jadi soundtrack perjalanan menuju Final Liga Champions 2018 dan 2019.
youtube.com
Bagi pendukung Liverpool, lagu itu disebut-sebut jadi soundtrack perjalanan menuju Final Liga Champions 2018 dan 2019.
youtube.com
Boss Night menunjukkan kalau dukungan buat klub dapat terlihat mulai dari fashion, musik, sampe lifestyle. Ini juga yang jadi salah satu alasan kenapa sepak bola itu bisa jadi industri yang besar di Eropa.
Kalo klub favorit kalian, ada tradisi serupa ga?~
Kalo klub favorit kalian, ada tradisi serupa ga?~
Loading suggestions...