BBC News Indonesia
BBC News Indonesia

@BBCIndonesia

7 Tweets Dec 26, 2022
Hari ini 20 tahun lalu, bom dengan berat sekitar 1,1 ton meledak di Legian, Bali, peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Bom Bali I.
Belasan tahun setelah kejadian itu, keluarga korban bertemu dengan pelaku. bbc.com
Salah satu korban meninggal adalah Aris Munandar.
"Saat umur 10 tahun, saya lihat jenazah ayah hangus. [...] Saat itu ibu sakit, tak bisa jalan, tak ada kerjaan. Adik masih bayi. Saya masih bocah," kata Garil, anak Aris.
"Yang saya tak habis pikir, atas dasar apa pelaku ini melakukan seperti ini, yang katanya Islam, Islam mana yang membunuh saudaranya sendiri?" kata Garil, langsung kepada Ali Imron.
Ali Imron tertunduk mendengar cerita dan pertanyaan Garil.
Ali Imron mulai menjawab dengan mengakui bahwa ia yang diminta oleh Imam Samudra, otak pengeboman untuk mencari sasaran.
"Saya yang disuruh survei di jalan Legian, karena Imam Samudra ingin meledakkan bom dan pilih diskotek yang paling banyak bulenya," kata Ali.
"Kesalahan yang saya lakukan itu tidak bisa ditebus oleh apa pun. Saya sadar, dan saya yakin sampai sekarang. Ditebus apa pun tidak akan terbayar. Yang bisa saya lakukan hingga sekarang, setiap kesempatan, saya sampaikan permohonan maaf saya kepada korban," kata Ali Imron.
Garil sendiri menyatakan "lega sudah bertemu dan menyampaikan unek-unek saya selama 17 tahun".
Pertemuan yang terjadi beberapa tahun lalu itu berakhir mengharukan. bbc.com
Video pertemuan itu dapat disaksikan di YouTube BBC News Indonesia: youtube.com

Loading suggestions...