Namun, jersey yang didapatnya tak hanya sekadar hadiah. Barang sakral itu telah menjadi simbol dogma yang dibawa oleh paman-pamannya. Antara biru atau merah, Rashford kala itu masih setengah-setengah.
Hingga ia menerima sebuah jersey merah, tapi bukan milik Manchester United. Di bagian dada kiri terpatri gambar tiga singa. Sudah jelas jersey itu adalah pemersatu, milik Inggris sang pemegang satu gelar juara dunia.
Rashford membalik seragam kebesaran itu. Ketika melihat nama dan nomor punggung, angka 9 terpampang besar dengan nama Wayne Rooney di atasnya. Selesai sudah segala pilihan sulit, perdebatan, dan pertaruhan.
Rashford jatuh cinta dengan Rooney dan angka 9. Maka ia mendeklarasikan, bahwa Rashford adalah seorang anak dari Manchester Merah!
Pada 2019 lalu, ibunya menemukan sebuah surat yang ditulis Rashford saat masih berusia 11 tahun. Isinya singkat tapi penuh mimpi. Menjadi pesepakbola profesional untuk Manchester United.
Bertepatan dengan momen 85 tahun akademi di laga kontra West Ham, Rashford mengukir sejarah 100 gol pertama bersama Setan Merah. Tandukan keras menerima umpan indah Eriksen menembus gawang kawalan Lukasz Fabianski.
Ia berlari girang ke arah penonton sambil menunjukkan gestur angka 100 dengan tangannya. Meniru gaya Cristiano Ronaldo ketika menorehkan sejarah serupa pada 2008 silam.
Loading suggestions...