dr. Akhada Maulana, Sp.U
dr. Akhada Maulana, Sp.U

@akhadam77

8 Tweets 1 reads Dec 07, 2022
Bismillaah...
Usulan Menkeu Ibu Sri Mulyani utk menaikkan cukai rokok tidak bs untuk tidak saya dukung..
Bagaimana tidak? Hampir 90 % pasien saya dengan kanker kandung kemih pasti merokok.
Dan itu tdk hanya di Lombok. Hampir d setiap kota di Indonesia kasus kanker kandung kemih
sangat banyak. Dan hampir semuanya berkaitan dgn kebiasaan merokok.
Mau tahu penanganan kanker kandung kemih ?
Pertama kami akan lakukan teropong dari saluran kencing utk mengerok tumornya. Selanjutnya jaringan tumor diperiksa k lab Patologi Anatomi. Bila positif ganas -->
Dan tumor belum mengenai otot kandung kemih, maka dilakukan kemoterapi dgn dimasukkan melalui kateter sekali sepekan selama 8 pekan (8 kali). Efek samping kemo dgn cara inj paling ringan gatal di kandung kemih atau perih. Paling berat ya bs mengganggu jantung.
Kalau tumornya sudah masuk k otot. Atau menyebar k prostat. Maka kandung kemih harus diangkat. Trus kencingnya lewat mana ? Ya dibuatkan lubang d perut utk pasang selang permanen. Atau dibuatkan tandon tempat keluar kencing dengan usus halus. Seumur hidup juga.
Oh ya utk yg tumor stadium awal yg diobati dengan kemo lewat kateter td. Setiap 3 bulan harus diteropong kandung kemihnya dicek tumor tumbuh lagi tdk. Kalau tumbuh lagi y dikerok lagi. Kemo lagi. Kalau tdk y ulang teropong lg tiap 3 bulan selama 2 th. Lanjut tiap 6 bln or 1 th
Sampai tahun kelima bebas tumor.
Bagi yg tumornya sudah lanjut dan menyebar ke jaringan sekitar or sudah nyebar k paru. Y kemoterapi lewat pembuluh darah. Namun bagusnya diangkat dulu kandung kemihnya.
Mayoritas pasien kami menolak diangkat kandung kemihnya. Y itu operasi besar
Resiko paling ringan pasien impoten. Resiko terberat y kematian.
Pasien yg menolak diangkat kandung kemihnya jd langganan rmh sakit karena selalu kencing berdarah dan Hb drop shg butuh transfusi darah. Sampai beliau meninggal kelak.
Itulah sekilas penanganan tumor kandung kemih.
Kami sering kasihan ketika ketemu pasien2 tsb. Sedih melihat penderitaan mereka yg kencing berdarah tiada henti.
Masihkah tdk setuju dgn keputusan bu Menkeu ?
Wallahu a'lam bisawwab

Loading suggestions...