dr. Akhada Maulana, Sp.U
dr. Akhada Maulana, Sp.U

@akhadam77

15 Tweets 13 reads Nov 16, 2022
Bismillaah
Karena ada pertanyaan di inbox. Maka sy jawab dlm thread.
"Ketika air kencing terasa keluar lagi padahal sudah selesai kencing"
Sering pasien pria yg datang k praktek dgn keluhan terasa keluar lagi air kencingnya d celana padahal sudah kencing bbrp menit sebelumnya.
Atau ada pasien yang kalau kencing, air kencingnya terus keluar bila dia mengejan lagi selesai kencing, shg lama sekali dia d wc.
Dua hal tersebut diatas sangat mengganggu, terutama pada muslim, karena banyak yang mempunyai kebiasaan kencingnya sebelum wudhu mau shalat.
Sehingga saat sujud atau ruku' terasa menetes lagi air kencingnya.
Kenapa itu terjadi ?
Sebenarnya hal itu tdk terjadi tiba2.. Tapi melalui proses. Pasien dengan keluhan diatas mayoritas mempunyai kebiasaan menahan kencing bertahun2. Apa hubungannya?
Saya akan jelaskan dulu proses kencing normal. Proses tersebut melalui 2 tahap. Tahap I: pengisian. Pada tahap ini, otot di leher kandung kemih (bladder neck) akan menutup & otot kandung kemih akan beristirahat, shg tekanan d dlm kandung kemih akan rendah.
Maka air kencing dr atas (ginjal ke ureter) akan mengalir masuk ke dlm kandung kemih (buli) & mengisi buli hingga kapasitas maksimal (400-500 cc).
Pada tahap II (pengosongan), akan terjadi sensasi untuk ingin kencing saat volume air kencing dlm buli 150-250 cc.
Bila sudah mencapai kapasitas maksimal, maka orang tsb sudah tdk bisa nahan lagi keinginan utk kencing. Kemudian leher buli terbuka spontan, dan otot buli akan kontraksi utk mengeluarkan air kencing.
Pada proses ini kita msh bs menahan kencing bila kita pingin.
Maka otak kita akan mengeluarkan perintah untuk menahannya melalui kontraksi otot uretra di bawah prostat.Sehingga kita bisa jalan dulu k wc & tdk langsung keluar d celana.
Ketika kita sudah selesai kencing, maka otak perintahkan otot uretra untuk nutup & juga secara spontan -->
otot leher kandung kemih juga akan tertutup otomatis.
Kembali pd kasus diatas. Ketika org menahan kencing padahal dia punya kebiasaan minum air banyak. Maka yang terjadi saat buli sudah terisi urine pd kapasitas maksimal, atau bahkan lebih, akibat ditahan,
maka sebagian air kencing akan tertahan di ureter dan tdk bisa masuk ke buli karena buli sudah maksimal kapasitasnya.Begitu orang ini kelar kencing,air kencing yang tadinya ketahan d ureter akan masuk ke dlm buli secara cepat, padahal mungkin otot leher buli belum nutup sempurna,
maka hal itu yang akan menyebabkan pasien lama di wc akibat bila ngejan masih terus keluar urine. Atau bila dia biarkan maka akan keluar sendiri saat dia melakukan gerakan, misal saat shalat setelah dia kencing dan wudhu. Nah begitukah ceritanya....
Bagaimana menghindari hal tersebut. Mudah. Jangan biasakan nahan kencing. Namun bila hal ini sudah terjadi bertahun2, maka cara yg mudah adalah bila kencing ambil waktu yg agak jauh dari waktu shalat. Bila kelar kencing, berdehem 2 or 3 kali dan urut penis ke arah depan.
Setelah itu tinggal saja. Keluar dr toilet. Awal2 memang akan ada perasaan keluar urine d celana. Namun sebenarnya blm tentu itu urine. Hanya perasaan saja. Apalagi kalau kebiasaan nahan kencing sudah puluhan tahun dan pd saat itu anda sebelumny tdk menahan kencing.
Buktikan sj dengan melihatnya benar tdk ada air kencing yg keluar. Bilamana memang tetap ada, biarkan sj. Nanti kalau mau shalat tinggal ganti cd. Karna untuk mengubah hal tsb, setelah terjadi bertahun2, tidaklah langsung bisa. Perlu proses yg bs makan waktu > 1 pekan or bulanan
Cara lain adalah dengan membiasakan diri utk kencing jongkok. Pada saat jongkok, saluran kencing akan berada dalam posisi fisiologis. Kencing akan lebih cepat habis dan tidak akan tersisa. Sehingga ketika otot leher buli menutup, tdk akan ada lagi sisa kencing yg keluar.
Semoga thread diatas bermanfaat.
Wallahu a'lam bisawaab...
Mataram, 21 Rabiul Akhir 1444 H / 16 November 2022

Loading suggestions...