Prancis ditinggal dua pilar penting yang membawa mereka juara pada tahun 2018, Kante dan Pogba. Tapi para penggantinya seperti Tchouameni dan Rabiot bermain apik selama di Qatar sejauh ini.
Kemudian, Prancis ditinggal sang peraih Ballon d'Or, Karim Benzema. Praktis, itu mengurangi kemegahan mereka di lini depan. Tapi megah dan mewah tidak menjadi hal yang penting buat Deschamps, Giroud 'gokart' menjelma menjadi predator sebagai ujung tombak.
Pada tahun 2018, Deschamps memainkan trio Mbappe-Giroud-Griezmann. Saat itu tentu bukan lini depan yang termewah, tapi Deschamps berhasil membawa Prancis keluar sebagai juara dunia.
Tahun ini di Qatar, ia masih membawa orang-orang yang sama di lini depan. Namun, Deschamps memberikan perubahan dengan menempatkan Griezmann di nomor 10 dan Dembele sebagai pemain sayap kanan.
Badai cedera diubahnya menjadi keuntungan, yang membuatnya tak perlu ambil pusing untuk memilih pemain untuk bermain. Cukup manfaatkan aja seadanya. Momentum juga memberkahi Deschamps. Seperti Dembele yang mulai perform dengan Barcelona, Mbappe yang beringas..
..dan Giroud yang menua layaknya sebuah wine!
Loading suggestions...