2 hr kemudian pas hr Jum'at sy ditelp tuan guru (kyai) dari salah satu pesantren, dan bilang minta MCI NTB mengambil jenazah mualaf. Ternyata pas sampai di pesantren, mualaf tsb adalah sama dgn yg dibilang oleh org jkt yg telp sy. Datang jg dari perangkat desa & aparat keamanan.
Dikatakan bahwa keluarga besar mualaf tsb akan menyerahkan jenazah secara sukarela. Kebetulan keluarga besar mualaf (pria) tsb bukan muslim.
Akhirnya kami berangkat dgn membawa ambulans siang tsb, ternyata sampai sana, info tsb salah. Keluarga belum mau menyerahkan jenazah.
Akhirnya kami berangkat dgn membawa ambulans siang tsb, ternyata sampai sana, info tsb salah. Keluarga belum mau menyerahkan jenazah.
Akhirnya kami negosiasi. Sy didampingi lawyer MCI, tuan guru, dan dari FKUB negosiasi dgn keluarga, perangkat dusun, dan tetangga2 keluarga mualaf tsb, dgn kawalan ketat pihak kepolisian.
Sampai didatangkan anak si bapak tsb dari mantan istri yg pertama. Si anak yg remaja ini,
Sampai didatangkan anak si bapak tsb dari mantan istri yg pertama. Si anak yg remaja ini,
malah bilang mengikhlaskan ayahnya tdk dimakamkan secara Islam. Setelah negosiasi berjam2 dr siang sampai malam hari, karena menunggu si anak yg dijemput dr kabupaten lain, dan tokoh2 masyarakat, didapatkan fakta bahwa mualaf tsb dulu pernah menikah dan lahir 2 anak. Kmd cerai.
Setelah itu nikah lagi. Kemudian beliau sakit dan dibawa keluarga istri yg kedua ke pulau lain. Saat menjelang sekarat, eh keluarga istrinya menelepon keluarga mualaf tsb minta agar mualaf tsb dibawa saja k Lombok. Akhirnya keluarga mualaf tsb menjemput dgn menggunakan mobil.
Menempuh perjalanan bolak balik 24 jam lebih. Namun hanya beberapa jam di rumah keluarganya, bapak tsb meninggal dlm keadaan muslim. Tp karena beliau berada d rmh keluarganya, maka hendak dimakamkan secara bukan Islam.
Dlm diskusi yg alot, si anak sempat nanya apa hak MCI ngambil
Dlm diskusi yg alot, si anak sempat nanya apa hak MCI ngambil
jenazah ayahnya. Kami jawab, karena beliau muslim, maka kewajiban kami sbg saudara utk memakamkan beliau secara Islam. Dalam diskusi tsb akhirnya keluarga berembug dan kmd menyampaikan k tim MCI, kalau memang MCI saudara seagama kakak kami. Maka siap menanggung beban kakak kami.
Sy jawab, siap. Kemudian adik mualaf tsb bilang kalau kakaknya berhutang ratusan juta dan sebagian ditanggung keluarga. Adik mualaf tsb bilang kalau memang MCI saudara kakak kami, siap membayar utang tsb. Sy jawab, siap. Sy tanya berapa? Dijawablah 250 juta.Kami kaget saat itu 😄
Namun setelah berembug dgn ulama, kami jawab, insha Allah siap tp minta waktu 3 bulan. Dgn disaksikan pemerintah setempat dan FKUB, akhirnya kami menandatangani surat kesepakatan, dan malam itu jenazah bs kami bawa untuk dimakamkan secara Islam.
Sy langsung tancap gas praktek
Sy langsung tancap gas praktek
habis itu. Sambil mikir gmn cara dapat 250 juta dlm waktu 3 bulan. Tapi kalau kita berniat menolong agama Allah, pasti Allah akan bantu kita juga. Jam setengah dua belas malam, sy mulai broadcast penggalangan dana. Paginya kami dah dapat 25 juta. Secara bertahap kami dpt uang.
Dimana penggalangan dana dilakukan melalui salah satu lembaga zakat d Lombok. Dan secara bertahap kami bayarkan k pihak keluarga. Hubungan kami dgn pihak keluarga sangat baik, karena adik dan kakak mualaf tsb adalah mantan pasien sy. Walau saat negosiasi dulu kami sempat tegang.
Hingga akhirnya pas 3 bulan, kami br dapat 200 juta. Ternyata dengan ijin Allah, pihak keluarga mengikhlaskan yg 50 juta. Karena melihat broadcast2 kami di medsos..yg menunjukkan itikad baik MCI NTB utk membayar hutang alm kakaknya.
Setelah lunas adiknya cerita, bahwa kakaknya
Setelah lunas adiknya cerita, bahwa kakaknya
dulu saat gempa Lombok sibuk menggalang dana dari kolega2nya yg org asing. Kmd alm mualaf ini menyalurkan dana2 tsb guna membantu korban gempa bumi Lombok.
Disitu sy bilang k adiknya bahwa kami tdk kenal kakakmu. Tp Allah yg menggerakkan kami untuk menolong kakakmu. Mungkin
Disitu sy bilang k adiknya bahwa kami tdk kenal kakakmu. Tp Allah yg menggerakkan kami untuk menolong kakakmu. Mungkin
disebabkan karena kakakmu dulu semasa hidup banyak membantu org lain. Sehingga Allah menggerakkan kami utk menolong kakakmu.
Pelajaran yg bs diambil dr cerita ini adalah saling tolong menolong terutama pada org yg memerlukan, walau kita jg kekurangan.
Pelajaran yg bs diambil dr cerita ini adalah saling tolong menolong terutama pada org yg memerlukan, walau kita jg kekurangan.
Yakinlah pada pertolongan Allah yg akan datang dr arah yg tdk disangka2. Seperti mualaf ini. Dia bs dimakamkan secara Muslim dan hutang2nya sebagian besar lunas.
Dan bagi kami ada pelajaran. Bahwa tidak ada yg impossible bagi Allah. Tdk terpikir bagi kami menyediakan 200 jt
Dan bagi kami ada pelajaran. Bahwa tidak ada yg impossible bagi Allah. Tdk terpikir bagi kami menyediakan 200 jt
Dlm waktu 3 bulan. Saat itu kami hanya nekat. Karena keinginan kami untuk menolong saudara kami. Dan ternyata Allah menolong kami.
Ada yg protes kpd kami. Kenapa kok mau menebus jenazah org yg ber-ktp Islam. Ini adalah bukti kecintaan kami thdp sesama muslim. Dan bahwasanya
Ada yg protes kpd kami. Kenapa kok mau menebus jenazah org yg ber-ktp Islam. Ini adalah bukti kecintaan kami thdp sesama muslim. Dan bahwasanya
itu jg menjadi kewajiban seorang muslim untuk memakamkan saudaranya secara Islam.
Wallahu a'lam bisawwab
Wallahu a'lam bisawwab
Loading suggestions...