Vicario Reinaldo
Vicario Reinaldo

@vicarioreinaldo

26 Tweets 1 reads Jan 14, 2023
Suka bingung kalo ditanya, apa yang mau lo capai di karir 5 tahun ke depan?
Kalo iya, mungkin lo bisa buat Individual Development Plan alias IDP
Apa itu IDP dan gimana cara bikinnya?
đź§µUtas
Apa itu IDP?
Individual Development Plan adalah rencana karir dalam jangka waktu tertentu, biasanya dibuat bersama antara karyawan dan perusahaan
Tapi bisa juga dibuat secara mandiri loh
Kenapa ini penting?
Karena punya IDP yang bagus dan fungsional itu:
1. BUKTI bahwa kita sayang sama diri sendiri
2. BUKTI bahwa kita punya akuntabilitas terhadap perkembangan diri sendiri (dan gak meng-outsourcekan ke orang lain)
3. Jadi MOTIVASI INTERNAL terbesar setiap melihat progress-nya
Selama berinteraksi dengan banyak profesional, ini hasil observe gue
1. Gak pernah dengar dengan IDP
2. Gak merasa IDP itu berguna, kek cuma orat-oret aja
3. Menunggu IDP-nya dibuatin manager atau orang lain
4. Punya sih IDP, tapi cuma dibuat sekali dan gak pernah di review
5. Punya sih IDP, tapi milestonesnya bukan progress dari skill, tapi hanya dari achievements
6. Punya IDP, ada pengukuran progress skill yang jelas dan punya GRANULARITAS yang kece abis!
Nah, kita coba bahas detail yang nomor 6 yuk
Lesson 1: Be really specific on the EXPERTISE
Misalnya, “I want to be a credible HR Professional”
Okay, great!
Pertanyaannya, what does that mean?
Ukurannya apa untuk menjadi seorang credible HR Professional?
Ukuran buat lo bisa sangat berbeda bagi orang lain
Ada bedanya antara
Pernah mengeksekusi end-to-end recruitment process
VS
Pernah mengubah pertanyaan structured interview sehingga retention rate naik 25%
Punya experience di semua ranah HR
VS
Ada 1-2 hal dalam HR yang lo ulik banget-banget sehingga lo punya kekuatan yang unik
Punya banyak pengalaman
VS
Menjadi salah satu thought leader yang memberikan approach baru dalam HR
Tau semua ke-HR-an
VS
Punya beberapa soft skills andalan yang bisa membedakan lo dengan orang lain
Jadi yang mesti ditanyakan adalah
"What do I want to be known for?" or "What can I be known for?"
Banyak sekali role model di industri yang lo bisa benchmark
Gue paling suka mencari role model, lalu mengambil 3 hal utama yang gue paling suka dari orang-orang tersebut
Lesson 2: Be really specific on the OUTCOME
Biasanya di awal bikin IDP, outcomenya adalah hal-hal yang di luar kontrol kita
Promosi, kenaikan gaji, jadi pembicara, atau punya kerjaan yang kece
This is good, tapi belum lengkap
Apa outcome yang ada dalam kontrol diri sendiri?
Waktu gue mulai mengulik tentang Employee Experience (EX), gue punya 3 metrics:
1. Bisa menjelaskan definisi industri tentang EX, tetapi juga punya definisi gue sendiri
2. Bisa menjawab pertanyaan-pertanyan berikut dengan sangat pede (bagaikan thesis paper)
• What is EX?
• What is the history of EX?
• Why is it important?
• Who are all the great companies in EX?
• Who are the top 10 thought leadership in EX. What can I learn from them?
• What measurements do they use?
• When people talk about a full-suite EX, and not just a jargon, what does it really mean?
• If there are 5 levels of EX, what are they?
• What are all the best practices to operationalize EX that makes it sustainable?
• What are top 5 things that worked in EX, and what are the top 3-5 things that frustrate me about EX
• How can we do EX differently?
3. Bisa punya 10 EX projects dan menjelaskan key insights (dampak dan pembelajaran) dari masing-masing project tersebut
Ini yang akhirnya bisa membuat gue mengukur progress gue
Lesson 3: Be really specific on the SKILL and PLAN
Misalnya, ada yang ingin “Meningkatkan skill komunikasi”
Well, skill komunikasi yang mana? Ada banyak sekali lho.
Contoh: Structured Communication
Pertanyaannya:
What does good look like? Apa ukurannya?
Ini cara mengukur structured communication gue:
• Punya 5 habit baru dalam structure communication
• Bisa menjelaskan apapun dalam 3-5 poin yang ringkas
• Ada feedback positive dan progress dari manager dan peers
Plan-nya seperti apa?
#1 Benchmark
• Observasi 10 orang yang structured communicationnya bagus banget (baik dalam oral, tulisan, dokumentasi) dan cari 5 kebiasaan yang bisa ditiru
• Riset apa lagi hal-hal yang bisa berguna untuk meningkatkan structured communication
#2 Stress test
• Mendapatkan feedback dari atasan/peers apakah 5 kebiasaan yang gue pilih itu relevan
#3 Practice
• Mempraktekkan 5 habit baru ini dalam 3 bulan, di mana setiap bulan mencoba mendapatkan feedback dari atasan dan peers (ataupun mentor lainnya)
#4 Challenge
• Oral: Melakukan dan review 10 mini presentasi
• Tulisan: Upgrade struktur dalam email dan dokumentasi
• Dokumentasi: Upgrade struktur dan penjelasan
#5 Evaluate: Di akhir 3 bulan, seperti apa progressnya?
#6 Teach: Share pembelajaran dan progress ke teman-teman sekitar
Mulai kebayang ya GRANULARITASnya
Gue suka sekali pake framework Kak Ruby, yaitu:
3G - Goals, Gap, Grow
Goals: Ya apa yang lo ingin capai sih?
Gap: Untuk mencapai itu, gap-nya apa saja?
Grow: Untuk menutup gap itu, apa saja yang akan lo lakukan dan ukur?
Mau ikutan?
Thank you udah baca sampe kelar!
Follow @vicarioreinaldo untuk 2-3 utas tentang personal development, project management, and career setiap minggunya
Sebelum planning sedetail ini, mendingan kita reflect dulu tahun 2022 dan plan buat 2023 disini

Loading suggestions...