Ave Neohistorian!
Pada puncak kejayaannya, VOC memiliki 150 kapal dagang, dan 40 kapal perang. Ia juga memiliki 50 ribu karyawan dan 10 ribu tentara. Jika dinilai dari ukuran uang sekarang, kekayaan VOC mencapai sekitar 8 triliun USD atau sekitar 112 ribu triliun Rupiah.
Pada puncak kejayaannya, VOC memiliki 150 kapal dagang, dan 40 kapal perang. Ia juga memiliki 50 ribu karyawan dan 10 ribu tentara. Jika dinilai dari ukuran uang sekarang, kekayaan VOC mencapai sekitar 8 triliun USD atau sekitar 112 ribu triliun Rupiah.
Di tahun 1663, VOC sudah tercatat sebagai perusahaan paling kaya dalam Sejarah. Ia menjadi perusahaan pertama yang bersifat transnasional dan juga perusahan pertama yang go public, dimana sahamnya dapat dimiliki publik.
Namun dalam buku berjudul "Nederlande Historische Bronnen Uitgegeven door het Nederlands Historisch Genootschap II" karya sejarawan Belanda, Augustus Johannes Veenendal, disebutkan VOC akhirnya mengalami kesulitan keuangan,
yang dimana kas keuangan VOC kembang kempis karena perilaku korup para direksinya.
Belang VOC itu terungkap oleh Rekeningopnomers alias Akuntan Publik yang melakukan Audit terhadap Generale Rekeninge (Rekening Umum Perusahaan), bahwa memang VOC telah melakukan praktik penipuan dan mark-up.
Maka dari itu, pada tahun 1749, para Hoofdparticipant alias pemegang saham VOC mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS). Hasilnya, mereka menunjuk Stadthouder Belanda, Wilhelm IV sebagai Direktur Utama VOC yang baru.
Dalam buku berjudul "Willem IV : Stadhouder in roerige tijden 1711-1751" karya Fred Jagtenberg, disebutkan bahwa Stadthouder Wilhelm IV lahir dengan nama Wilhelm Karl Heinrich Friso von Nassau Dietz. Sebagaimana para Stadthouder Belanda terdahulu, ia murni berdarah Jerman.
Ayahnya adalah Pangeran Johan Wilhelm Friso von Nassau Dietz dan Ibunya adalah Maria Luisa von Hessen und Kassel. Sepeninggal Wilhelm IV, posisi Direktur Utama VOC diwariskan pada sang Putra, Wilhelm Batavus von Nassau Dietz alias Wilhelm V.
Namun semua itu tak dapat menyelamatkan VOC yang pada tahun 1799, akhirnya dinyatakan bangkrut oleh Rezim Republik Bataaf yang pro Perancis dan hanya tinggal kenangan.
Referensi:
Gaastra, Femme: The Dutch East India Company: Expansion and Decline. (Zutphen: Walburg Pers, 2003)
Meilink-Roelofsz, M.A.P.; Raben, R.; Spijkerman, H. (eds.): De Archieven van de Verenigde Oostindische Compagnie (1602β1795) ('s-Gravenhage: SDU Uitgeveri, 1992)
Gaastra, Femme: The Dutch East India Company: Expansion and Decline. (Zutphen: Walburg Pers, 2003)
Meilink-Roelofsz, M.A.P.; Raben, R.; Spijkerman, H. (eds.): De Archieven van de Verenigde Oostindische Compagnie (1602β1795) ('s-Gravenhage: SDU Uitgeveri, 1992)
Loading suggestions...