Neo Historia Indonesia
Neo Historia Indonesia

@neohistoria_id

10 Tweets Jan 23, 2023
Ave Neohistorian!
Pada tahun 1838, Armada Prancis yang dipimpin oleh Laksamana Jean Francois Le Blanc melancarkan Blokade Ekonomi terhadap Konfederasi Argentina.
Peristiwa itu diawali dari rivalitas Konfederasi Argentina dengan Konfederasi Peru-Bolivia. Saat itu, pemimpin Peru-Bolivia, Jenderal Andres de Santa Cruz mendukung perdagangan bebas dan juga mendukung Faksi Unitarian di Argentina yang Pro Negara Kesatuan.
Sedangkan pemimpin Argentina saat itu, Juan Manuel de Rosas adalah pemimpin Faksi Federales yang pro otonomi daerah.
Prancis sebagai sekutu Peru-Bolivia kemudian mendatangi Argentina. Konsul Jenderal Prancis, Aimé Roger menuntut agar dua warga Prancis dibebaskan dari tahanan yakni César Hipólito Bacle yang menjual Peta Argentina pada....
...Bolivia dan Pedro Lavié yang mencuri dari Korps Resimen Argentina. Prancis juga menuntut agar Argentina membuat Perjanjian Perdagangan Bebas yang menguntungkan Prancis sebagaimana yang pernah diberikan oleh Presiden Benardino Rivadavia pada Inggris.
Argentina segera bermain cantik dengan melapor pada Inggris bahwa Prancis membuat Argentina kesulitan berdagang dengan Inggris sehingga Inggris pun marah pada Prancis. Prancis pun kaget karena berpikir Rosas akan menyerah dan mengundurkan diri.
Prancis tak menyerah dan melebarkan konfliknya menjadi Perang Proksi dalam Perang Saudara Uruguay dimana Prancis mendukung Faksi Colorados yang berhaluan Kiri dan Argentina mendukung Faksi Blancos yang berhaluan Kanan.
Setelah membuang waktu dua tahun untuk mengepung dan terlibat dalam Perang Proksi tanpa hasil akhirnya Prancis menandatangani Traktat Mackau-Arana dimana Argentina dan Prancis membuat kesepakatan dagang yang menguntungkan kedua belah pihak.
Referensi:
Luna, Félix (2004). Grandes protagonistas de la historia Argentina: Juan Manuel de Rosas (in Spanish). Buenos Aires: La Nació

Loading suggestions...