Neo Historia Indonesia
Neo Historia Indonesia

@neohistoria_id

12 Tweets Jan 23, 2023
Ave Neohistorian!
Perang Korea adalah konflik militer pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua. Perang ini disebabkan oleh ketidaksepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai nasib Korea pasca menyerahnya Jepang.
Perang ini berlangsung dari 25 Juni 1950 hingga 27 Juli 1953. Walau demikian, Perang Korea secara resmi tidak pernah berhenti hingga hari ini.
Pada bulan Juli 1951, di sebuah desa bernama Panmunjom yang terletak tepat di paralel ke-38, pihak Utara dan Selatan memulai negosiasi damai, akan tetapi negosiasi tersebut gagal mencapai perkembangan yang berarti, bahkan hingga dua tahun berikutnya.
Sementara itu, perang terus berkecamuk di sepanjang garis paralel ke-38, di mana kampanye pengeboman berlangsung secara masif dan jet tempur berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam sejarah militer modern.
Akhirnya gencatan senjata kembali ditandatangani pada tahun 1953 antara Korea Utara, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Perang Korea menyebabkan kehancuran ekonomi dan sosial negara Korea, sehingga setelah Perang berakhir, Korea Selatan harus berhutang ke sana ke mari, akhirnya Korea Selatan mendapat pinjaman lunak dari Jerman Barat.
Adapun Korea Utara, mengalami bencana kelaparan pada tahun 1954-1955, di mana lebih kurang 800.000 penduduknya tewas.
Namun, ada satu negara yang memperoleh keuntungan dari berlangsungnya konflik berdarah di Semenanjung Korea tersebut. Negara itu adalah Selandia Baru, salah satu anggota Persemakmuran Britania Raya yang terletak di ujung selatan bumi.
Ketika Perang Korea berlangsung, Amerika memutuskan untuk menambah stok mantel bulu wol, kebijakan itu menguntungkan Selandia Baru yang populasi biri-birinya jauh lebih banyak ketimbang populasi manusia.
Berkat kebijakan Amerika yang memborong wol domba dari Selandia Baru, ekonomi Selandia Baru mengalami kemajuan pesat dan rakyatnya pun menjadi semakin sejahtera.
Penulis : Nanda
Editor: Adnan Rizki
Referensi:
Brooking, Tom. 2004. The History of New Zealand. Conecticut : Greenwood Publishing Group.
Kamasa, Fransminggi. 2016. Perang Korea. Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Loading suggestions...