Garis Tengah
Garis Tengah

@garistengah_id

11 Tweets 14 reads Jun 21, 2023
Ketika baru mencuat di Manchester United, kita melihat Cristiano Ronaldo bermain dengan penuh gaya, menari-nari dengan bola.
Namun beberapa tahun terakhir, ia tiba-tiba bergeser menjadi Centre Forward.
Kenapa?
Sebuah utas tentang transformasi permainan CR7☕️
Kayak CR7, kita semua juga bisa bertransformasi lho bikin kulit wajah kita terasa lebih cerah dan bersih~
Gimana caranya? Nah, Personafic ini ngeluarin paket perawatan khusus pria dan ini cocok banget buat yg baru mau mulai skincare-an.
Cek langsung👇
linktr.ee
Nah kalo udah kepoin link di atas, sekarang kita langsung masuk aja ke pembahasan :))
Sepanjang karier, CR7 udah mengalami sekitar tiga perubahan gaya bermain:
1. Winger yang suka 'ngetrick'
2. Dribbler and shooter (kebanyakan dari luar kotak penalti)
3. Centre-forward
Di awal karier, CR7 lebih suka ngetrick2. Ketika Van Nistelrooy pindah, permainan MU berpusat kepadanya, dia jadi lebih efektif.
Pindah ke Madrid (di mana dia menjadi versi terbaik dirinya), ia digeser dari kanan ke kiri tapi gaya bermain individunya kurang lebih masih sama.
Awal tahun 2014, dia mulai dapet masalah yang menghantui pemain sepak bola: cedera.
Waktu itu, cedera pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut (Patella) ke tulang keringnya, kumat. Itu bikin dia menepi beberapa kali. Bahkan, ia hampir aja gagal main di Final UCL 2014.
Dari sana, mau gak mau penyesuaian harus dilakukan biar lututnya gak bekerja terlalu keras.
Termasuk jumlah dribel per laga. Di awal karier di Madrid, dia mencatatkan rata-rata 6,2 dribel/laga. Di musim 2014/15, dia 'cuma' bikin 3,62 dribel/laga. Paling sedikit sepanjang karier.
Posisi menendangnya juga mengalami perubahan. Di tahun2 awal Manchester Unitednya, 60% tendangan diambil dari luar kotak penalti. Namun sejak cedera itu, 60% tendangan dia catat di dalem kotak penalti.
Pelan2, CR7 mulai memfokuskan pengembangan dirinya untuk jadi finisher.
Seiring berjalannya waktu, dia dan figur2 kunci di Madrid mulai memasuki usia 30 tahun-an yg bikin permainan harus lebih efektif.
Di musim 2017/18, jumlah dribel Ronaldo juga menurun drastis menjadi 1,9 dribel/laga. Meskipun begitu dia tetap mesin gol, cuman lebih efektif aja.
Tidak memaksakan diri dan mulai bekerja untuk merubah gaya permainan adalah salah satu keputusan cerdas yang dipilih Cristiano Ronaldo.
Dengan begitu, usia kariernya bisa lebih panjang. Bayangkan jika dia bersikeras masih main di sayap padahal kondisi lutut tidak memungkinkan.
Sebagai striker dia masih berada di puncak permainan setidaknya sampai musim lalu.
Kenapa musim ini tiba2 permainannya menurun drastis, itu masalah lain.
Yang jelas, CR7 adalah pemain yang mengerti batasan dirinya. Usia & cedera membuatnya fokus ke 'hal' lain and it works.

Loading suggestions...