Perkataan Albani sama dengan perkataan junjungannya; Nabi Kaum Wahabi Muhammad ibnu Abdul Wahab
والظاهر من حال محمد بن عبد الوهاب انه يدعى النبوة، الا انه ماقدر على اظهار التصريح بذلك،
والظاهر من حال محمد بن عبد الوهاب انه يدعى النبوة، الا انه ماقدر على اظهار التصريح بذلك،
Yang jelas dari prilaku Muhammad Bin Abdul Wahab bahwa dia mengaku-ngaku sebagai Nabi, hanya saja dia tidak mampu untuk menyerukan dengan terang-terangan,
وكان فى اول امره مولعا بمطالعة اخبار من ادعى النبوة كاذبا كمسيلمة الكذاب و سجاح والاسود العنسي و طليحة الاسدي واضراﺑهم فكأنه يضمر في نفسه دعوى النبوّة و لو أمكنه إظهار هذه الدعوة لأظهرها
وكان يقول لأتباعه إني أتيتكم بدين جديد،
وكان يقول لأتباعه إني أتيتكم بدين جديد،
Dan pertama yang ia senangi adalah membaca kabar-kabar tentang orang-orang yang mengaku dusta sebagai Nabi.
Seperti Musailamah Al-Kadzdzaab, Sijaah, Al-Aswad Al-'Anasi, Tulaihah Al-Asadi, dan semisal mereka.
Seperti Musailamah Al-Kadzdzaab, Sijaah, Al-Aswad Al-'Anasi, Tulaihah Al-Asadi, dan semisal mereka.
Maka seakan-akan ia menyimpan dalam dirinya pengakuan sebagai Nabi,
dan jika memungkinkan untuk menampakkan, maka akan ia tampakkan.
dan jika memungkinkan untuk menampakkan, maka akan ia tampakkan.
Muhammad Bin Abdul Wahab berkata kepada para pengikutnya :
"Sesungguhnya Aku telah datang kepada kalian dengan membawa Agama Baru".
📚ad-Durar as-Saniyah fi ar-raddi ala al-wahhabiyah hlm 32
"Sesungguhnya Aku telah datang kepada kalian dengan membawa Agama Baru".
📚ad-Durar as-Saniyah fi ar-raddi ala al-wahhabiyah hlm 32
Muhammad bin Abdul Wahab An Najdi juga mengkafirkan ulama terdahulu, bahkan menganggap dirinya sendiri kafir sebelum mengaku menerima Anugrah/Wahyu dari Allah:
“Aku pada waktu itu tidak mengerti makna La ilaha illallah dan tidak mengerti agama Islam,
“Aku pada waktu itu tidak mengerti makna La ilaha illallah dan tidak mengerti agama Islam,
sebelum kebaikan yang dianugerahkan oleh Allah. Demikian pula guru-guruku, tidak seorang pun di antara mereka yang mengetahui hal tsb. Barang siapa yg berasumsi di antara ulama Aridh (Riyadh) bahwa ia mengetahui makna La ilahaillallah atau mengetahui makna Islam sebelum waktu ini
atau berasumsi bahwa di antara guru-gurunya ada yang mengetahui hal tersebut, berarti ia telah berdusta mereka-reka (kebohongan), menipu manusia dan memuji dirinya dengan sesuatu yang tidak dimilikinya.”
📚ibnu Ghannam, Tarikh Najd hal. 310
📚ibnu Ghannam, Tarikh Najd hal. 310
Dalam pernyataan tsb, jelas Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan bahwa sebelum ia menyebarkan faham Wahhabi, ia sendiri tidak mengerti makna kalimat La ilaha illallah dan tidak mengerti ajaran agama Islam.
Bahkan tidak seorang pun dari guru-gurunya dan ulama manapun yang mengerti makna kalimat La ilaha illallah.
Pernyataan pendiri Wahabi, Muhammad bin Abd Wahab ini menyatakan bahwa pemahaman La ilaha illallah didapatkan langsung dari Allah,
Pernyataan pendiri Wahabi, Muhammad bin Abd Wahab ini menyatakan bahwa pemahaman La ilaha illallah didapatkan langsung dari Allah,
ia mengaku mendapatkan wahyu secara langsung.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan guru- gurunya, semua ulama dan mengkafirkan dirinya sebelum menyebarkan faham Wahhabi.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan guru- gurunya, semua ulama dan mengkafirkan dirinya sebelum menyebarkan faham Wahhabi.
Pernyataan tsb ditulis oleh muridnya sendiri, Syaikh Ibn Ghannam dalam Tarikh Najd
Dalam kitab Kasyf al- Syubuhat hal 29-30, Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:
“Ketahuilah bahwa kesyirikan orang-orang dulu lebih ringan dari pada kesyirikan orang-orang masa kita sekarang ini.”
Dalam kitab Kasyf al- Syubuhat hal 29-30, Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:
“Ketahuilah bahwa kesyirikan orang-orang dulu lebih ringan dari pada kesyirikan orang-orang masa kita sekarang ini.”
Dalam kitab al-Durar al-Saniyyah fi al-Ajwibatal-Najdiyyah, kumpulan fatwa-fatwa ulama Wahhabi sejak masa pendirinya, yang di-tahqiq oleh Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim, ulama Wahhabi kontemporer, ada pernyataan Muhammad bin Abdul Wahhab, bahwa:
Ilmu fiqih dan kitab-kitab fiqih madzhab empat yang diajarkan oleh para ulama adalah ilmu syirik, sedangkan para ulama yang menyusunnya adalah syetan syetan manusia dan jin.
📚Al-Durar al-Saniyyah, juz 3 hal. 56
📚Al-Durar al-Saniyyah, juz 3 hal. 56
Pernyataan dia atas oleh Muhammad bin Abdul Wahhab ini berarti pembatalan dan pengkafiran terhadap kaum Muslimin yang mengikuti madzhab fiqih yang empat.
و قال له رجل آخر مرة ؛ هذا الدين الذى جئت به متصل أم منفصل ؟
Seorang lelaki pernah bertanya kepada Muhammad bin Abdul Wahhab : "Apakah ajaran Agama yang kamu bawa ini Muttashil (bersambung sampai ke Nabi) atau Munfashil (tidak bersambung) ?”
Seorang lelaki pernah bertanya kepada Muhammad bin Abdul Wahhab : "Apakah ajaran Agama yang kamu bawa ini Muttashil (bersambung sampai ke Nabi) atau Munfashil (tidak bersambung) ?”
فقال له ؛ حتى مشايخى و مشايخهم إلى ستمائة سنة كلهم مشركون
Muhammad bin Abdul Wahhab Menjawab : "Bahkan guru-guruku dan semua gurunya guruku sampai 600 tahun lalu adalah Musyrik Semuanya"
Muhammad bin Abdul Wahhab Menjawab : "Bahkan guru-guruku dan semua gurunya guruku sampai 600 tahun lalu adalah Musyrik Semuanya"
فقال له الرجل ؛ إذن دينك منفصل لا متصل ، فَعَمَّنْ أخذتَه؟
Lelaki tsb bertanya lagi : "Kalau begitu, ajaranmu ini Munfashil (Terputus) dan tidak Muttashil hingga Rasulullah, lalu dari siapa kamu mengambil ajaranmu ?”
Lelaki tsb bertanya lagi : "Kalau begitu, ajaranmu ini Munfashil (Terputus) dan tidak Muttashil hingga Rasulullah, lalu dari siapa kamu mengambil ajaranmu ?”
فقال ؛ وَحْيٌ إلْهَامُ كَالْخَضْرِ
Ibn Abdul Wahhab Menjawab: "Aku mendapatkanya dari wahyu dan Ilham seperti Nabi Khidir"
Nauzubillah
📚AN-NUSHUSH AL-ISLAMIYAH Karya KH.Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Al-Maskumambani Maktabah At-Tarmasi Lit Turats h 20
Semoga bermanfaat🙏🏿🌹
Ibn Abdul Wahhab Menjawab: "Aku mendapatkanya dari wahyu dan Ilham seperti Nabi Khidir"
Nauzubillah
📚AN-NUSHUSH AL-ISLAMIYAH Karya KH.Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Al-Maskumambani Maktabah At-Tarmasi Lit Turats h 20
Semoga bermanfaat🙏🏿🌹
Loading suggestions...