Seperti halnya Laksamana Cheng Ho, leluhur Chongxi adalah ekspatriat asal Iran yang pindah ke Tiongkok dan mengadopsi budaya Tionghoa. Bahkan, keluarga Chongxi masih cukup tradisionalis dengan memberikan Chongxi nama kedewasaan, Jiansheng.
Di masa mudanya, Chongxi bergabung dengan Tongmenghui (Kuomintang) dan ikut serta dalam ketentaraan Republik Tiongkok, walau begitu ia termasuk pihak yang memprotes ketika Yuan Shikai membajak Republik dan mendirikan kembali Kekaisaran.
Setelah Yuan Shikai tutup usia, Chongxi ikut serta menumbangkan Hulubalang Guangxi dan ikut serta sebagai Kepala Staf Utama dalam Ekspedisi Utara yang diinisiai Chiang Kai Shek untuk menyatukan Tiongkok.
Kelihaian Chongxi dalam strategi militer membuatnya dijuluki Xiao Zhuge (Zhuge Liang Muda).
Meski begitu, hubungannya dengan Chiang yang otoriter tak selalu mulus. Ia dan Li Zongren mendukung aliansi panglima perang yang beroposisi terhadap Chiang dalam Perang Dataran Tengah pada tahun 1930,
kemudian berbalik mendukung Chiang dalam Perang Sino-Jepang Kedua dan Perang Saudara Tiongkok.
Bai Chongxi menjabat sebagai Menteri Pertahanan Pertama Republik Tiongkok dari tahun 1946-48. Setelah kalah dari Mao Zedong, Chongxi ikut bersama Chiang ke Taiwan dimana ia wafat di pulau tersebut pada tahun 1966.
Referensi:
Howard L. Boorman; Richard C. Howard; Joseph K.H. Cheng (1979). Biographical dictionary of Republican China, Volume 3. New York City: Columbia University Press.
Howard L. Boorman; Richard C. Howard; Joseph K.H. Cheng (1979). Biographical dictionary of Republican China, Volume 3. New York City: Columbia University Press.
Loading suggestions...