The Illusion of Progress membuat kita seolah2 udah jadi lebih baik, padahal sebenernya masih sama2 aja (atau bahkan jadi lebih buruk).
perasaan palsu ini yang bikin kita ga improve lagi karena mikir "udah cukup kok progresnya, stop sampe sini aja."
perasaan palsu ini yang bikin kita ga improve lagi karena mikir "udah cukup kok progresnya, stop sampe sini aja."
ini yang bikin banyak orang (termasuk aku) kecanduan konten2 self-improvement.
lebih gampang baca buku Atomic Habits (dan buku2 habit-building lainnya), daripada beneran membangun kebiasaan, ya kan?
lebih gampang baca buku Atomic Habits (dan buku2 habit-building lainnya), daripada beneran membangun kebiasaan, ya kan?
gaada yang salah dari konsumsi konten self-improvement, apalagi kalo itu ngasih ilmu & perspektif baru.
yang salah adalah perasaan bahwa kita udah berkembang, padahal sebenernya belum ngapa2in.
yang salah adalah perasaan bahwa kita udah berkembang, padahal sebenernya belum ngapa2in.
kuncinya: focus on action rather than consumption.
coba refleksi lagi, dari sekian banyak konten self-improvement yg dikonsumsi, berapa banyak sih yg dijadikan action plan?
berapa banyak yang akhirnya bener2 dilakukan?
coba refleksi lagi, dari sekian banyak konten self-improvement yg dikonsumsi, berapa banyak sih yg dijadikan action plan?
berapa banyak yang akhirnya bener2 dilakukan?
jangan lupa, be more mindful in our content consumption.
tiap kali baca buku self-dev, nonton TED Talks, atau dengerin podcast, tanyain ke diri sendiri: prinsip/teori ini bisa diterapkan ke hidupku nggak ya? gimana caranya?
tiap kali baca buku self-dev, nonton TED Talks, atau dengerin podcast, tanyain ke diri sendiri: prinsip/teori ini bisa diterapkan ke hidupku nggak ya? gimana caranya?
konsumsi konten self-improvement buat hobi, nambah wawasan, atau inspirasi? gapapa banget.
tapi, jangan sampe itu menghalangi kita untuk bener2 improve diri sendiri.
tapi, jangan sampe itu menghalangi kita untuk bener2 improve diri sendiri.
Loading suggestions...