Apalagi dalam beberapa balapan terakhir, komunikasi menjadi masalah utama di balik keputusan atau strategi mereka.
- Penalti Leclerc di Monako
- Strategi Sainz Monako
- Strategi Leclerc di Spanyol
- Ditolaknya permintaan Leclerc di kualifikasi Kanada
- Penalti Leclerc di Monako
- Strategi Sainz Monako
- Strategi Leclerc di Spanyol
- Ditolaknya permintaan Leclerc di kualifikasi Kanada
Tentu di satu sisi Leclerc juga tidak tampil maksimal di sesi Q2 karena dia tidak mampu memanaskan temperatur ban soft dengan baik, padahal Sainz saja bisa lolos ke Q3 dengan ban yang sama.
Tapi secara komunikasi, terlihat jika ada masalah besar antara Leclerc & Ferrari.
Tapi secara komunikasi, terlihat jika ada masalah besar antara Leclerc & Ferrari.
Leclerc selama ini dikenal sebagai "anak baik-baik" di Ferrari karena dia jarang sekali memberikan kritikan tajam di media terkait blunder-blunder timnya.
Bahkan rasa frustasinya kemarin meski sudah memuncak, tapi ia masih menjaga kritikannya agar tidak terlalu menohok.
Bahkan rasa frustasinya kemarin meski sudah memuncak, tapi ia masih menjaga kritikannya agar tidak terlalu menohok.
Selain di media, pendekatan Leclerc saat komunikasi dengan race engineernya, Xavi, juga berbeda jika dibandingkan dengan Max Verstappen ataupun Lewis Hamilton.
Terutama ketika ia mencoba untuk menolak strategi atau mengusulkan sesuatu yang ia inginkan di radio.
Terutama ketika ia mencoba untuk menolak strategi atau mengusulkan sesuatu yang ia inginkan di radio.
Hal ini sudah kami mention beberapa kali, jika Charles Leclerc terlalu patuh dengan perintah tim.
Tentu ini cukup beralasan karena kita tahu kalau Ferrari adalah tim "pencitraan" dan "anti-kritik", jika melihat pengalaman Alonso & Vettel.
Salah-salah, bisa didepak nanti.
Tentu ini cukup beralasan karena kita tahu kalau Ferrari adalah tim "pencitraan" dan "anti-kritik", jika melihat pengalaman Alonso & Vettel.
Salah-salah, bisa didepak nanti.
Kultur Ferrari itulah yang menyebabkan komunikasi antara Leclerc dan Xavi terkesan kurang begitu hidup.
Verstappen dengan pendiriannya, bisa berdebat dengan GP yang menyampaikan instruksi dari tim. Bahkan Verstappen seringkali tetap "ngeyel" & masih bisa dapat hasil terbaik.
Verstappen dengan pendiriannya, bisa berdebat dengan GP yang menyampaikan instruksi dari tim. Bahkan Verstappen seringkali tetap "ngeyel" & masih bisa dapat hasil terbaik.
Tentu tidak semua hal yang didebat Verstappen itu adalah yang terbaik bagi dirinya atau tim, tapi komunikasi yang intens & keberanian untuk mendebat instruksi tim adalah nilai positif dalam membuat tim mempercayakan semuanya kepada sang pembalap.
Namun sekali lagi, kalaupun ganti race engineer tetapi alur komunikasi dan manajemen strateginya masih hancur, maka itu tidak akan berguna. Sama seperti digantinya posisi Inaki Rueda, tetapi masih saja terdapat blunder strategi.
Tetapi yang jelas adalah Charles Leclerc harus mulai memberikan perlawanan dan berani mendebat apa yang ia yakini tepat dalam hal strategi ataupun instruksi saat ia ada di mobil.
Leclerc harus belajar dari Verstappen jika dia ingin meningkatkan kualitas karirnya di F1.
Leclerc harus belajar dari Verstappen jika dia ingin meningkatkan kualitas karirnya di F1.
Kenapa selalu berulang? Karena gak ada yang ngasih kritikan tajam di media dan pembalapnya manut-manut aja...
Kulturnya memang begitu.
Kulturnya memang begitu.
Loading suggestions...