Bakr Smith
Bakr Smith

@BakarSmith

24 Tweets 66 reads Jun 21, 2023
Bismillâhirrahmânirahîm
Dialog Yang 𝙈𝙚𝙣𝙮𝙖𝙮𝙖𝙩 Hati 𝘼𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 Sayyidatina 𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙣 Nabi 𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢 as :
𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧, "kau tinggalkan aku dan Ismail sendirian disini?
𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢, "iya"
𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧, "di tempat ini?"
𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢, "iya"
𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧, "di tempat yang tak berpenghuni, tak tumbuh sebatang pun pohon, tak ada air setetespun?'
𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢, "iya'
𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧, "apakah ini perintah Tuhan?"
𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢, "iya"
𝙃𝙖𝙟𝙖𝙧, "jika benar hal ini perintah Tuhan, tinggalkanlah aku dan Ismail, selamat jalan, pergi dan lihatlah ke depan, jangan sekali-kali menengok ke belakang"
Sulit dibayangkan,
betapa hancur leburnya hati Ibrahim saat detik-detik perpisahan itu, tak terkira lagi seberapa banyak tetesan air mata terus berderai mengalir sepanjang jalan.
Betapa remuk redamnya hati dan jiwa Ibrahim, perasaan seorang ayah yang harus merelakan istri dan putra tercinta satu-satunya yang masih bayi harus ia tinggalkan begitu saja di tempat yang bahkan hewan atau tumbuhan pun tak bisa hidup
Sebuah drama kolosal, epic cinta dan pengorbanan telah dipentaskan di atas panggung sejarah kemanusiaan
Hajar, seorang ibu muda harus menanggung semua derita ini, sendiri dan sepi, di tempat paling terpencil dan terkucil, kering-keronta, tandus dan gersang tak berpenghuni
Hanya ada Ismail yang terus menangis kehausan, menetek air susu ibu yang sudah mengering tak mengalir lagi
Seperti tersayat-sayat, perasaan seorang ibu harus mendapati putra satu-satunya menggelepar tercekik rasa haus tak terkira
Pandangan mata sang ibu kosong, menatap lazuardi biru, sementara di sekelilingnya hanyalah dinding bukit-bukit bebatuan yang keras membisu disertai terpaan angin gurun yang kering dan panas
Haruskah Hajar trus menangis pilu, meratapi nasibnya, berpangku tangan sambil menanti keajaiban Tuhan mengulurkan tangan pertolonganNya
"TIDAK, sekali lagi Tidak, Tuhan tdk akan memberikan yg aku inginkan tanpa aku sendiri bergerak utk mendapatkannya" begitu kata Hajar dlm hati
Hajar pun bergerak mencari sumber mata air, berputar mengelilingi area sekitarnya hingga 7 kali putaran, namun air tidak didapat
Capek, lelah dan bingung, nurani seorang ibu betul-betul makin tertekan melihat putranya Ismail terus menangis kehausan tanpa henti.
Diletakkannya Ismail di suatu tempat yang dipandang aman. Hajar mulai bergerak lebih jauh lagi, mondar-mandir dari Shafa Marwa, dari Marwa ke Shafa dan air tetap tidak diperoleh.
Kembali lagi pada Ismail, suara tangisnya makin lirih tak bertenaga, wajahnya pucat memelas.
Batin Hajar benar-benar terkoyak, rintihan Ismail makin mengiris-iris kalbu dan sukma, ibu mana yang sanggup menghadapi kenyataan seperti ini seorang diri
Tak sanggup lagi menyaksikan kondisi Ismail, Hajar memutuskan untuk pergi bergerak dan melangkah lebih jauh lagi hingga Arafah dan harus bermalam di Mina dan sempat melawan jin-jin yang mengganggunya dengan melempar jumrah.
Air tetap tak diperoleh juga, tenaga sudah habis terkuras, langkahnya gontai sempoyongan, asa kehidupan mulai redup, dunia terasa gelap gulita dan Tuhan... Tuhan. dimanakah Tuhan?
Namun nurani kasih sayang seorang ibu tidaklah pernah pudar atau mati. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada, Hajar bangkit kembali menemui putranya Ismail
Masya Allah,
Allahu Akbar,
Allaahu Akbar...
keajaiban pun terjadi, bayi Ismail yang ia tinggalkan dalam keadaan sekarat, kini ia dapati dalam keadaan sehat, merayap kesana kemari sambil tangannya bermain-main pasir yang telah dipenuhi genangan air di sekelilingnya
Allah abadikan dalam AlQur'an 14:37
رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ...
......
... ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
____
Ritual Haji tak lebih dari napak tilas jejak-jejak kaki Hajar, kaki seorang perempuan, kaki seorang budak berkulit hitam legam
Manasik Haji, disinilah Tuhan menghina dan merendahkan para bangsawan dan aristokrat, para elit dan kaum menengah atas, mereka dipaksa harus memerankan diri mereka sebagai Hajar, sebagai budak perempuan hitam legam.
Mereka dipaksa untuk meniti kembali langkah-langkah dan jejak kaki Hajar sambil berpeluh keringat dibawah teriknya panas sinar matahari yang menyengat
Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd
Betapa tinggi dan mulianya Allah mengangkat derajat Maqam perempuan ini Siti Hajar, ...
sampai-sampai pembaringan terakhirnya pun ditempatkan didalam rumah-Nya ...
....
...Ka'bah Baitullah (Hijir ismail = Hajar dan ismail ) Kiblat kaum muslimin seluruh dunia disitu terbujur jasad seorang perempuan, budak berkulit hitam legam, berasal dari kasta terendah, menempati kelas lapisan terbawah dalam Piramida sosial.

Loading suggestions...