احمد صالح القرابانى
احمد صالح القرابانى

@ojo_difollow

24 Tweets 104 reads Jul 02, 2023
Ayat Nur (Cahaya).
___
"Subhanaka laa ilma laa illa maa 'allamtanaa, innaka antal 'aliimul hakiim"
Cahaya itu sifatnya menerangi kegelapan.
Segala ssuatu yg tidak ada, bisa jadi ada/kamu temukan krn kesinaran cahaya.
Begitu juga alam semesta, bumi langit, halal haram, dlsb.
Gambar rokok.
Gambar ini bisa kamu lihat kan, bs kamu temukan.
Apa gambare mngeluarkan cahaya?
Apa matamu yg bercahaya?
TIDAK.
Tapi krn ada Nur, ada sinar lampu yg mngenai benda, lalu sinar itu memantul ke matamu, lalu bs bs di idrok..
"Oh ini lo rokok'e, jenenge SAE"
dst..dst.
Begitu juga alam semesta ini (yg kelihatan) itu sebenere ga maujud (ga bisa kamu temukan) kalo kamu ga dikasih Nur oleh Alloh.
Begitu juga yg ga kelihatan, bisa jg kamu temukan krn adanya Nur.
Ibn Atho'illah dlm Alhikamnya mmberi maqolah simpel perihal ini, yg ini 👇
Benda (ssuatu yg kelihatan) itu bs km ditemukan krn Nur Atsar (Cahaya jejak sifat dan af'alnya Alloh)
"Oh org itu cantik"
Ada ketempelan Nur jamalNya.
"Alam ini indah banget ya"
Ada ketempelan jejak sifat jamal kamal jalalNya tumplek blek di situ.
Itu kalo yg kelihatan bs km temukan dg mata lahir.
Lah yg ga kelihatan cara nemukan gmn?
Sprti halal haram, akhirat, sabar, keikhlasan, syukur, bs bedakan baik jahat itu bentuk'e piye?😃
Itu krn Nur sifat²Nya.
Sinar keimanan, keyakinan dlsb.
Semua ketempelan sifat²nya Alloh.
وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِن نُّورٍ
Org yg ga bisa mmbedakan baik jahat, halal haram, mana yg tujuan-kekal (akhirat) mana yg ga sementara-perantara-rusak (dunyo) itu krn tidak dikasih Nur oleh Alloh.
Mata bathin/bashirohnya Buta.
Org buta itu macam² sebabnya.
1. Melihat tapi sengaja ga mau melihat.
Wis ustadz tp ya korupsi juga😃
Itu buta juga.
2. Melihat tapi sayang sudut pandangnya ga pas/keliru. Akire yg dilihat ga Pas juga.
"Ah masa' semua krn Alloh, ya ga ada berita lah, sepi dunyone"😃
3. Memang indera yg utk menangkap benda itu sedang error/sakit. Matane beleken.
Memang matane picek,
Memang kupinge budek,
Akire ga bisa ngrespon.
Itu juga BUTA.
Akire salah hitung.
Yg tujuan (akhirat) ditinggal,
Dunyo yg cm wasilah mlh dikoleksi mati²an.
Salah hitung.
No 3 itu gambarane org yg kesuen di kemaksiatan.
Lamaaaa dlm kegelapan, ada sinar mak srettt malah silau.
"Loh aku butuh, aku seneng, aku pingin koq kamu katakan Haram, ya jangan lah" -Silau
Pingine gelap²an aja😃
No 4.
- Memang ia bisa melihat tp pandangannya dg yg mau dilihat itu trhalangi sesuatu (dosa).
Dosa itu kyk kemelut asap yg mnghalangi pandangan ke Nur/sinar.
Saking gelapnya (kakean maksiat) Akire sinar benda itu ga bs nembus ke dia.
Akire salah hitung.
Yg ada dikira ga ada😃
Nuron Yatala'la' (Cahaya yg suangat terang)
Malaikat diciptakan dari Nur,
Kanjeng Nabi, KitabNya, agamaNya itu diciptakan dari percikan Nur-Nya.
~Ibn Qoyyim
Artine; benda itu dzatiyyahnya sdh mngeluarkan cahaya.
Tidak ada yg bs melebihi dr kecepatan cahaya.
Mak Srett, jadilah.
Teruse.
Nah perumpaan cahaya itu sprti misbah fi zujajah.
Gambarane..
Kamu tau musola² lawas jaman dulu?
Tembok'e tu kan kdg ada yg bolong tp ga nembus, kdg dikasih petromax utk penerangan.
Klo skrg tu kyk lampu yg dimasukkan ke plafon.
Gampange kyk gitu lah😃
Lampu itu kayak² bintang yg bersinar kyk mutiara (mmg dzatiyahnya itu bs mngeluarkan cahaya sendiri)
Sinar itu keluar dari Sajarotim Mubarokah. Ya Nur itu tadi asline.
Maksud "Sajaroh Mubarokah" pohon yg berkah ini ada beda pendapat oleh para Mufassir.
Ada yg mngatakan..
1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
2. Al-Qur'an
3. Hatinya org mukmin
4. Agama Islam
Ke 4 itu asline mmg sdh punya Nur (bisa mngeluarkan cahaya sendiri)/ kecipratan Nurnya Alloh.
Kamu hina, kamu puji,
Ya tetep bercahaya, ga nambah ga kurang. Ya mmg sdh terang.
Ini cocok dgn kabar hadist² asyrotu sa'ah (tanda² kiamat).
Bila mau datang hari kiamat, maka Nur/cahaya² itu diambil/diangkat oleh Alloh.
Kitabnya masih,
Nama islam, masih.
Tp cahayaNya diambil.
Krn cahaya di ambil, maka dunia akn trjadi kegelapan (akan akhirat), jagate peteng
زيتونة لا شرقية ولا غربية يكاد زيتها يضيء ولو لم تمسسه نار.
Zaitunah ini ada yg mngatakan minyak pohon zaitun yg ada di Syam, itu minyak'e kyk metu ono sinare. **Kabare ngono.
Syaikhinaa dulu menafsiri..
Sajaroh mubarokah ini minyaknya (Nurnya) ga bakal kamu..
Ga bakal kamu temukan di jagad timur dan jagad barat.
Knp?
Ya krn asline itu kamu manut sunah²e Kanjeng Nabi, kamu Islam, ngamalkan Qur'an, kamu mukmin itu sdh jadi Sajaroh Mubarokah.
Ya asline Nur itu bs ketemu di dalam dirimu sendiri itu.
Ga usah ngalor-ngidul.
يكاد زيتها يضىء ولو لم تمسسه نار
Kayak² Minyaknya saja tu sdh bs menerangi, meski tnp dipicu korek api.
**Ibarate gitu.
Mukmin yg bener² mukmin itu anteng, ga mobat-mabit, bs menerangi, mmg asline sdh bersinar, ga kamu picu/rangsang bayaran duet pun sdh menerangi.
Gitu
"Tamsashu" -Masa yamusu itu maknanya kesenggol.
Mukmin yg beneran itu ga usah dirangsang ngibadah itu sdh lari ngibadah.
Kalo kita² ni kan msh perlu dirangsang/dipicu.
Dirangsang duet, kendaraan, situasi, kondisi, posisi.
Kalo mukmin beneran itu gausah dirangsang sdh berdiri😃
نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ
Nur Alloh itu diatas nur 4 tadi.
Ibarate pusat gardu PLN dgn cabang pln.
Mmg bersinar &menyinari.
Padang tur madangi.
Km ambil jd bersinar,
Diambil org lain, bersinar lagi.
Bgt sterusnya, tumbuh unit² cahaya baru.
ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ
Alloh mmberi petunjuk pada Cahaya² tadi pada org yg dikehendakiNya.
Nabi dgn kita itu jaraknya ratusan tahun dan jauh banget, tp krn kabelnya msh sambung, meski 1 helai kabel, kamu utik² ya nyetrum juga😃
Artine, meski keimanan org itu msh tipis, asal msh sambung ke gardu, ojo mbok elek² palagi mngkafir-kafirnya, km utik² soal keimanannya iso kesetrum😄
Maka, kdg keimanan itu Byarr pett.
Pas ingat, bercahaya.
Pas lupa, ya gelap.
Paling sekeringnya hrs diganti, tp kan msh sambung
Tapi kalo ke 4 Nur diatas tadi, itu mmg asline wis terang.
Demikian pnjelasan singkat ayat Nur. Asline msh panjang.
Wallohu A'lam.
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ
Ref;
Tafsir Muharror,
Tafsir Baghowi,
Tafsir Sa'di
Syarh Hikam Ibn Abad,
Pernah ngaji bab ini.
Pembahasan perihal di atas nanti akan ada penjelasan lg pd Maqolah 97 Syarh Hikam Ibn Abad yg membahas Ijad dan Imdad Ilahiyyah.
InsyaAlloh kapan²- sesuai urutan.
Atau rujuk saja ke kitabnya🙏

Loading suggestions...