Al Qur'an menggambarkan kepada kita dengan jelas, "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" tertuang dengan gagahnya dalam Ali Imran ayat ke 140.
Dari situ kita belajar, bahwa yang namanya sesuatu tidak selalunya ada di atas. Jangankan manusia, bangsa pun kena kaidah itu. Peradaban pun kena kaidah itu. Manusia kadang di atas dan di bawah.
Peradaban bisa bangkit dan runtuh. Dan ada sunnatullah untuk kita tadabburi.
Peradaban bisa bangkit dan runtuh. Dan ada sunnatullah untuk kita tadabburi.
Kita perlu adil. Bahwa Negara Umayyah sudah memberikan sumbangsihnya yang sangat besar bagi Umat. Mereka membuka negeri-negeri yang sebelumnya belum tersentuh dakwah para sahabat Radhiyallahu Anhum ajma'in.
Namun ternyata, seiring dengan bertambahnya umur negeri itu, mereka mulai merasakan lalai dan lupa bahwa kemenangan sejatinya adalah karunia Allah, bukan semata-mata usaha manusia.
1. Kemunduran itu dimulai benihnya sejak awal, ketika sahabat Muawiyah Ra. memutuskan mengangkat anaknya sendiri sebagai Khalifah penerus beliau.
Dr Abdul Halim Uwais mentadabburi, "saat itu peradaban Islam seperti mulai dipisahkan dari ruhnya dan otaknya."
Dr Abdul Halim Uwais mentadabburi, "saat itu peradaban Islam seperti mulai dipisahkan dari ruhnya dan otaknya."
Lingkaran kekuasaan secara tidak tertulis harus diisi oleh orang-orang Arab, padahal saat itu Kaum muslimin sudah sangat luas dari Persia sampai ke Andalusia. Pos-pos kepemimpinan yang harus diisi orang bangsa Arab ini pun terjadi pertikaian antar suku.
3. Keadaan ini diperparah dengan nepotisme antar keluarga yang ketika seseorang jadi pejabat, ia memudahkan familinya untuk bisa mengisi kekuasaan penting sementara keluarga lain yang jadi rivalnya dibatasi.
Beberapa akhirnya memilih untuk menetap di sana dan menjauh dari keramaian masyarakat. Itulah yang membuat masyarakat marah, karena suara dan aspirasi mereka tidak didengar pemerintah.
5. Kezaliman penguasa yang menzalimi rakyatnya. Dalam perjalanan menuju keruntuhan, Bani Umayyah sering memilih opsi kekerasan pada rakyatnya yang berbeda pikiran. Hal ini dimulai sejak Al Hajjaj bin Yusuf di timur Al Wali Abdullah bin Habjab di barat...
Hikmah dan kisah-kisah tentang kekalahan itu bisa kamu baca di sini. Yuk order sekarang sebelum kehabisan: gensaberilmu.com
(Hari pertama Pre Order udah dipesan 400 pcs. Yuk gassss)
(Hari pertama Pre Order udah dipesan 400 pcs. Yuk gassss)
Loading suggestions...