Ita Martadinata Haryono alias Margaretha Martadinata Haryono alias Kho Ing adalah siswi kelas III SMA Paskalis yang kala itu berusia 17 tahun, adalah salah satu penyintas pemerkosaan massal pada Mei 1998.
Akan tetapi, meski mengalami kepahitan, ia rela mengesampingkan rasa sakitnya dan berusaha memberikan bantuan kepada sesama penyintas.
Ita sendiri berpendapat bahwa kejadian yang menimpa dirinya dan para perempuan dari etnis Tionghoa lainnya adalah sejenis bentuk teror politik yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih.
Karena perannya, Ita bersama ibunya Wiwin Haryono berencana berangkat ke Amerika Serikat dengan empat korban Kerusuhan Mei 1998 lainnya untuk memberikan kesaksian kepada PBB tentang tragedi kerusuhan Mei 1998.
Akan tetapi, pada 9 Oktober 1998, seminggu sebelum berangkat ke Amerika Serikat, Ita ditemukan tewas di kamarnya di Jakarta Pusat.
Saat itu, seusai jam sekolah, Ita langsung pulang ke rumah. Sampai di rumahnya, gadis yang masih belia itu naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Ternyata di kamar itu sudah menunggu seorang pencandu obat bius bernama Suryadi alias Otong alias Bram yang melampiaskan angkara murkanya pada Ita.
Dari hasil penyelidikan dan keterangan pihak berwajib, Suryadi alias Otong alias Bram awalnya hanya berniat untuk mencuri. Akan tetapi karena dipergoki oleh Ita, maka ia langsung memperkosa Ita.
Tak cukup sampai disitu, pelaku juga menikam dada dan lengan kanan Ita dengan pisau sebanyak sepuluh kali, lalu menyayat leher Ita dan mengambil pasak kayu yang ia hujamkan ke areal kemaluan.
Kendati kasus ini sudah ditutup dan dinyatakan sebagai kejahatan biasa, banyak pihak meragukan temuan tersebut dan menduga bahwa ini hanyalah upaya untuk membungkam Ita.
Di sinci milik Ita, tertulis kalimat : Yìnní Rénquán Huódòng Jiā (Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia). Acara tersebut juga ditutup dengan menyantap Rujak Pare Sambal Bunga Kecombrang bersama-sama.
Kepahitan pare melambangkan pahitnya Tragedi Mei 1998, sedangkan bunga kecombrang menyimbolkan kekerasan seksual yang menimpa perempuan Tionghoa yang diulek, dianiaya, dan diperkosa.
Loading suggestions...