Neo Historia Indonesia
Neo Historia Indonesia

@neohistoria_id

16 Tweets 18 reads Sep 07, 2023
Pemberontakan Bar Kokhba, penyebab kenapa wilayah Judea dikenal sebagai Palestina hingga hari ini.
{sebuah utas singkat}
Judea, merupakan salah satu provinsi di Kekaisaran Romawi yang terkenal sebagai tempat tinggal orang Yahudi saat itu tiba-tiba berganti nama menjadi Syria Palaestina.
Tidak hanya itu, orang-orang Yahudi juga dilarang mempraktekkan kepercayaannya bahkan tidak boleh memasuki Yerusalem. Hal apa yang membuat ini terjadi? Jawabannya adalah pemberontakan Bar Kokhba.
Mari kita mulai dengan penyebab pemberontakan ini. Pada saat pemerintahan Imperator Caesar Traianus Hadrianus Augustus atau yang sering kita panggil dengan Kaisar Hadrian, penyunatan dilarang karena menurutnya itu adalah praktik mutilasi.
Tidak hanya itu, Gubernur dari Judea yang bernama Quintus Tineus Rufus dibenci oleh orang-orang Yahudi karena memerintahkan seorang Rabbi bernama Gamliel untuk dieksekusi, dan juga melakukan hal buruk lainnya.
Pada tahun 132, pemberontakan besar-besaran dipimpin oleh orang Yahudi yang bernama Simon bar Kokhba. Sebuah pasukan yang berbasis di Judea dengan cepat kewalahan karena jumlah pemberontak sangatlah besar.
Bala bantuan dengan segera dikirim dari Syria dan Mesir, tapi masih belum cukup untuk menahan banyaknya pemberontak tersebut. Jumlah orang yang dipimpin oleh Bar Kokhba sendiri ialah 200 sampai 400 ribu orang, ini tidak bisa dilawan hanya dengan beberapa Legion.
Hadrian memanggil seorang Jendral hebat yang bernama Julius Severus dari Britania untuk mengurus kerusuhan di Judea dengan beberapa pasukan.
Severus adalah seorang spesialis dalam meruntuhkan pemberontakan. Ketika ia sampai di Judea, Severus memulai strategi untuk menghancurkan moral orang Yahudi dengan lambat.
Ia memerintahkan agar segala infrastruktur dihancurkan, semua desa dibakar, jalur supplai dipotong, dan berbagai macam cara yang lebih brutal.
Pasukan Bar Kokhba terpukul mundur terus menerus sampai di benteng Beitar, di mana pengepungan terjadi beberapa bulan sampai para pemberontak hancur. Nasib dari Bar Kokha sendiri masih agak buram.
Setelah pemberontakan hangus, pasukan Romawi memulai membunuh setiap orang Yahudi yang mereka temui. Total dari orang Yahudi yang dibunuh ialah 580.000 orang (belum termasuk mati karena penyakit dan kelaparan). Pemberontakan ini berakhir secara efektif pada tahun 136.
Setelah itu, Hadrian melakukan beberapa perubahan. Ia melarang praktek Yudaisme di Kekaisaran Romawi, nama Judea diganti menjadi Syria Palaestina, orang Yahudi dilarang masuk ke Yerusalem, dan nama Yerusalem dirubah menjadi Aelia Capitolina.
Orang-orang Yahudi tidak akan kembali ke Judea dalam jumlah besar-besaran sampai dengan tahun 1948, tapi itu akan dibahas di dalam buku "Mengapa Palestina Gagal Merdeka" yang bisa Anda pesan di bit.ly
Penulis: I Putu Ardika Christian Reza
Editor: Junizar Deanil
Referensi:
Cassius Dio on Bar Kochba - Livius
Eusebius on Bar Kochba – Livius

Loading suggestions...