Garis Tengah
Garis Tengah

@garistengah_id

10 Tweets Oct 02, 2023
Sejak tidak lagi dilatih Sir Alex Ferguson, Man. United sudah mengeluarkan biaya €1,54 miliar untuk belanja pemain.
Dengan angka sebesar itu, hanya sedikit yang worth it. MU juga belum konsisten bersaing dalam title race.
Apa yang salah dari kebijakan transfer MU? A thread!
Sebelum masuk ke MU, admin mau meyakinkan cowok-cowok di luar sana buat menjaga kulit wajah kalian. Caranya? Ayo skincare-an!
"Ah tapi skincare-an ribet min, males belajarnya"
Lololo, cek deh produk dari Personafic ini, skincare-an gampang kok!πŸ‘‡
linktr.ee
Lanjut~ Mulai dari kedatangan Fellaini sampai Hojlund, enam pelatih berbeda belanja dengan nilai fantastis.
Dalam kurun waktu itu, mereka menjadi klub dengan kerugian terbanyak yaitu sebesar €1,32 miliar. Jumlah itu di atas Man. City (€1,09 Miliar) dan Chelsea (€1,03 miliar).
Salah satu hal yang membuat transfer2 mereka tidak work adalah karena tidak adanya kebijakan transfer jangka panjang yang terencana.
Selama ini, pemain didatangkan 'hanya' berdasarkan kebutuhan pelatih. Sedangkan, sukar ada pelatih yg mampu bertahan lebih dari dua/tiga musim.
Selain itu pemain yang didatangkan cenderung impulsif, karena balik lagi mengacu pada kebutuhan sementara sang pelatih.
Hasilnya, pemain-pemain yang ada di squad tidak banyak yang bisa cocok dengan beberapa pelatih yang berbeda.
Kemudian, terlalu banyak juga pemain datang yang bukan target utama mereka. Dalam setahun belakangan ini sebut saja ada De Jong, Ryan Gravenberch, Fabian Ruiz, Benjamin Sesko, sampai Darwin Nunez yang gagal berlabuh.
Ralf Ragnick juga pernah mengkritik MU tentang ini.
Saat menjadi manajer interim klub Setan Merah tersebut, Ragnick mengungkapkan bahwa jika ingin bersaing dengan City dan Liverpool, MU harus memastikan mendapatkan pemain yang tepat.
MU harus bergerak cepat menganalisa pasar dan mendatangkan pemain yang tepat di waktu yang tepat.
Ragnick kemudian membandingkan dengan City dan Liverpool. Di sana, mereka mempunyai strategi transfer yang jelas dan bisa fit into their system.
Hasilnya, tidak banyak pemain yang mereka datangkan yang dicap gagal dalam semusim atau dua musim. Berbeda dengan MU.
Contoh lain transfer strategy yang excellent adalah Brighton and Hove Albion.
Kami sempat membahasnya di sini:
x.com

Loading suggestions...