Ismail Fahmi
Ismail Fahmi

@ismailfahmi

12 Tweets 11 reads Feb 06, 2024
AUTOBASE KAMPUS “CAPE KULIAH”
Beberapa hari ini ramai di kalangan autobase kampus seperti @UGM_FESS, @itbfess, @UPIfess dll, user mengirim ungkapan "Cape-cape kuliah di XXX, dukungya YYY".
Siapa yang memulai, membuat terkenal, dan yang membuat viral ungkapan ini? Apa yang mereka bicarakan?
TWITTER
22-28 JANUARI 2024
METODOLOGI
• Sumber data: Twitter
• Periode: 22-28 Januari 2024
• Keyword: kuliah AND (cape OR capek)
TREND "CAPE KULIAH"
Dari data Drone Emprit, ungkapan ini pertama kali muncul dari akun Twitter: @fuckingdustbag tanggal 22/Jan/2024 18:45 WIB, yang menulis "capek capek kuliah S1 eh pas udah lulus malah milih prabowo. yang bener ajeee rugi dong". Cuitan ini menimbulkan pro-kontra selama beberapa hari berikutnya, ada yang setuju ada yang tidak setuju.
Baru pada tanggal 25/Jan/2024 16:18 WIB, akun LALA🇲🇨 (twitter) @Cintada16 membagi video dengan teks, "Capek-capek kuliah hukum milihnya kosong dua... yang bener aja... rugi dong.... Mkmkmkmk....". Video ini sangat viral termasuk di TikTok.
Mulai viral baru pada hari berikutnya, 26/Jan/2024 setelah akun @UGM_FESS menggunakan ungkapan ini untuk jurusan lain, "Cape cape kuliah di peternakan, dst..". Puncaknya pada tanggal 17/Jan/2024 yang mencapai lebih dari 28K mention sehari.
@fuckingdustbag SENTIMEN
Antara sentimen positif dan negatif hampir imbang. Paling banyak negatif 44%, dan positif 42%.
Tone negatif ini pada umumnya jika menghubungkan ungkapan tersebut dengan "memilih 02, rugi dong", sedangkan sentimen positif jika "memilih 01, untung dong".
PETA SNA "CAPE KULIAH"
Peta ini memperlihatkan sebuah klaster besar warna hijau dan merah. Pusatnya adalah akun @UGM_FESS, yang paling besar volume pendukungnya.
Di pinggirnya terdapat banyak akun autobase dari kampus lain, seperti dari @itbfess, @ubsansfess, @undipmenfess, @ipb_menfess, @MenfessUnej, @UPIfess, @usufesss.
Akun @fuckingdustbag yang memulai ungkapan ini berada di pinggir, diamplifikasi oleh akun-akun yang juga menjadi bagian dari akun autobase kampus di atas.
@fuckingdustbag @UGM_FESS @itbfess @ubsansfess @undipmenfess @berlianidris @ccmoru @JeblukAkun @UPIfess @MichelAdam7__ @usufesss @DrEvaChaniago @airlanggafess @kloropasta MOST RETWEETED /1
Seperti apa cuitan-cuitan yang paling banyak diretweet? Sebagian besar dari akun autobase @UGM_FESS.
WORDCLOUD “CAPE KULIAH”
Dari wordcloud, peta kata yang penting dan banyak muncul dalam percakapan, kita temukan ada nama jurusan2 dari mahasiswa/alumni yang turut memposting via autobase. Antara lain hukum, psikologi, kedokteran, peternakan, arsitektur, teknik, kesehatan, ekonomi, komunikasi, dll.
@fuckingdustbag @UGM_FESS @itbfess @ubsansfess @undipmenfess @berlianidris @ccmoru @JeblukAkun @UPIfess @MichelAdam7__ @usufesss @DrEvaChaniago @airlanggafess @kloropasta TIKTOK
Dari semua ungkapan dan video "cape kuliah", hanya satu video ini yang viral dan bahkan jadi template di TikTok.
RANGKUMAN
Cuitan-cuitan ini mengungkapkan perasaan mereka terkait kesesuaian atau ketidaksesuaian antara pendidikan yang mereka terima dan pilihan politik mereka. Rangkuman dari data tersebut bisa dibagi menjadi beberapa tema utama:
Kekecewaan atas Pilihan Politik: Sejumlah mahasiswa mengungkapkan kekecewaan karena merasa jurusan yang mereka pelajari di universitas tidak sesuai dengan pilihan politik yang mereka dukung. Misalnya, mahasiswa arsitektur yang kecewa karena mendukung kandidat yang membangun dengan cara yang mereka anggap tidak sesuai dengan prinsip arsitektur yang mereka pelajari.
Dukungan atas Pilihan Politik: Sebaliknya, ada pula mahasiswa yang merasa pilihan politik mereka sejalan dengan pendidikan yang mereka terima. Misalnya, mahasiswa kedokteran yang mendukung kandidat dengan visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan profesional.
Isu Spesifik Terkait Jurusan: Beberapa cuitan menyoroti isu-isu spesifik yang berkaitan dengan jurusan tertentu, seperti hilirisasi nikel untuk mahasiswa teknik geologi atau pembangunan infrastruktur untuk mahasiswa arsitektur, dan bagaimana hal ini terkait dengan pilihan politik mereka.
Sentimen Negatif dan Positif: Hampir semua cuitan menunjukkan sentimen yang kuat, baik negatif maupun positif, tergantung pada seberapa baik pilihan politik mahasiswa tersebut sejalan dengan pendidikan dan aspirasi mereka.
Penggunaan Bahasa Kiasan: Banyak cuitan menggunakan frasa "capek-capek kuliah" sebagai cara untuk mengekspresikan rasa frustrasi atau kebanggaan atas pilihan politik mereka. Ini menunjukkan cara kreatif dalam mengungkapkan pendapat politik yang terkait erat dengan kehidupan akademis mereka.
Kesimpulannya, data cuitan ini memberikan wawasan tentang bagaimana mahasiswa di Indonesia menghubungkan pendidikan yang mereka terima dengan pilihan politik mereka. Hal ini mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan politik, serta bagaimana hal tersebut berdampak pada pilihan mereka di ranah publik.

Loading suggestions...