Neo Historia Indonesia
Neo Historia Indonesia

@neohistoria_id

10 Tweets 5 reads Feb 24, 2024
Ave Neohistorian!
Tepat pada tahun 656 H/1258 M, pasukan Mongol menyerang Abbasiyah dan meluluh lantahkan Baghdad. Serangan ini terjadi pada masa Khalifah Al-Musta'shim, 640-656 H/1242-1258 M. Pengaruh serangan ini, selanjutnya menjadikan keturunan Genghis Khan memeluk Islam.
Keturunan Genghis Khan membangun kekuasaan politiknya atau kesultanan di India yang dikenal dengan nama Kesultanan Moghul (Mughal) dengan ibu kotanya Delhi, 1526 M.
Moghul nama Mongol menurut bahasa India. Adapun sultan-sultan adalah Sultan Babur dari Kabul, Afghanistan adalah keturunan Timurlank.
Selanjutnya, Sejarah mencatat nama-nama Sultan Mughal: Humayun, 1530-1556 M. Akbar, 1550-1605 M. Salim, 1605-1628 M. Sultan Shah Jahan, 1628-1658 M, masa pemerintahan mencapai puncak kemakmuran yang luar biasa.
Permaisurinya, Mumtaz Mahal yang sangat dicintainya. Dibangunkan makam yang tiada tanding indahnya, Taj Mahal di Agra di bawah Sultan Aurangzeb, 1659-1707 M. Hampir seluruh India di bawah pengaruh Kesultanan Mughal.
Dengan berdirinya Kesultanan Mughal, berhasil menggagalkan usaha imperialis Kerajaan Portugis menguasai India yang mulai mendarat di Kalikut (Calcutta) 1497 M. Baru setelah 350 tahun kemudian, artinya mulai abad ke-19 M, Kerajaan Inggris berhasil menjajah India.
Untuk memisahkan umat Islam India dengan Islam di Timur Tengah, sekaligus imperialis Inggris melaksanakan devide et impera antar umat Islam, diciptakan Ahmadiyah yang dipimpin Mirza Ghulam Ahmad, 1889 M, yang mengangkat dirinya sebagai nabi. Seluruh umat Islam non-Ahmadiyah dianggap kafir.
Selanjutnya, berangkat dari politik devide et impera, anak benua India dibelah menjadi tiga oleh imperialis Inggris: Pakistan Barat dan Pakistan Timur atau Bangladesh negara Islam. Ceylon atau Sri Langka dan Birma sebagai negara Buddha, dan India sebagai negara Hindu, 1947 M.
Penulis: Yazid
Editor: Daniel Limantara
Referensi:
Thomas W. Arnold, 1979. Sejarah Da'wah Islam. The Preaching of Islam.
Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah Jilid I

Loading suggestions...