23 Tweets 1 reads Aug 23, 2024
Sebagai yang (alhamdulillah) baru naik middle class cupu yang baru 2x ikutan aksi massa. Berikut beberapa leason learned yang gue dapet:
A thread
Ketahuilah peran: Para Middle Class Bukanlah Pemeran Utama Aksi Massa.
Aksi massa pasti panggungnya mahasiswa, rakyat, akademisi, buruh yang fokus bersuara tentang isu. Middle Class? Sadar diri kita banyak terpecah fokus.
Terus gimana dong kalo mau ikut?
Sudah bener dan paling aman bantu secara online, tapi kalo mau dateng ke lokasi, jadilan peran yang kecil.
Kalo gue, karena issuenya bukan issue populis, tapi gue marah, yaudah peran kecil gue ya bantu logistik makanan buat yang ikut aksi massa. Semangatin-bagi logistik-pulang.
Jadilah peran yang kecil. Fomo-dateng sebentar-ikut didalam keramaian-ikut bersuara ramai ramai-dokumentasi-pulang.
Sesimpel itu aja.
Peran yang kecil = waktu ikut yang terbatas.
Rekomendasi dari gue bagi Anda para pekerja 🫡🏼:
Pagi dari jam 09.00-11.30. Lagi panas panasnya bersuara dan bisa fokus kerja lagi abis jam 12 siang.
Sore dari jam 15.00-17.00. Stage bersuara mungkin udah dikit. Tapi tetep seru.
Lepas dari jam 17.00, jangan!
Tadi pas dateng dinasehatin abang” jogging kalo maghrib mau chaos senayan. Udah jam jam rawan membabi buta!
Kedua, sedikit dokumentasi.
Beneran dah, FOMO banget pengen story coyyy sampe lokasi. Tapi ya, pikirin tentang dampar resiko diri dulu. Dokumentasi boleh. Uploadnya nanti, ketika udah jauh dari lokasi.
Ketiga, Sadar! koordinator lapangan aksi buat para pekerja itu dikit, coy!
Apalagi yang para pekerja yang waktunya terbatas. Belum ada korlap pekerja yang mengakomodir. Skala aksi massa jadi menentukan: makin gede skalanya = waktu Anda disitu harus makin singkat.
Yang gue liat tadi ya, koordinator lapangan aksi para pekerja baru beberapa grup kecil aja. Yang paling gede, ya dari partai buruh. Rekomendasi: ikut arahan partai buruh kalo mau full ikut aksi massa dari awal sampe akhir.
Keempat, (opini pribadi). Bawa sepeda! Motor susah masuk ke titik tengah aksi + parkir liar + mawas diri dari copet + transum yang tersendat + takut bom asap nyasar menjumpaimu
Sepeda kalo mau ke titik terdekat dan kabur udah paling the best.
Kelima dan terakhir, ikutilah aksi massa yang kecil untuk menumbuhkan rasa kesadaran diri lu.
Aksi massa pertama gue ya Revisi UU KPK. Pelemahan KPK 2019. Itu full gue ikut dari awal sampe malem banget. Gue sadar gue gak was-was, karena itu aksi massa yang kecil.
Pelemahan KPK 2019 tersebut yang sampe saat ini gue masih dendam sama @kurawa kntl.
Pelemahan KPK 2019 juga yang bikin 5 tahun kedepannya jadi politik kotor saling sandera anjg.
Terkait logistik yang gue bagi. Berikut yang gue kasih:
- snack
- Air minum
- Energy Gel: buat penambah energi instan
- Balsem: buat pegel
- Mylanta: antisipasi bom asap
- Inhaler: buat peserta demo yang udah mulai pusing.
Tadi yang tidak sukses dibagikan hanya mylanta dan balsem.
Mylanta: gue bingung bagiin ke orang yang masih stay / udah mau pulang.
Balsem: gue bingung karena no clue mau kasih ke siapa.
Yak, itu aja dari gue leason learned POV dari pekerja middle class yang mau berpartisipasi ikut aksi massa.
Terima kasih sudah menyimak, tetap kawal #KawalPutusanMK sampe akhir kawan!
Cc min @hrdbacot bang @ezash mohon bantu ritwit buat bahan POV boleh yakk. Makasih sebelumnyaπŸ˜„
Kalo mau diskusi, nanya, atau berbagi POV lain silakan reply ya gan
Btw gue masih bawa laptop + sempet meeting tadi coy
Beberap testimoni para pekerja yang dateng aksi kemarin:
Peran kecil ini ketemu juga di twitter. Terharu πŸ₯Ή
Testimoni lain, sebagai bahan bakar semangat kalo kelas pekerja kerah putih juga bisa ikut peran:
Respect!
Iyap, harus ada yang mengorganisir kelompok pekerja yang mau ikut, waktu singkat, tapi tetep ada koordinasi. Setuju banget
Sorry koreksi. Maksud gue rakyat yang fokus ikut akso. Sedangkan (asumsi) senagia besar middle class pekerja fokusnya banyak dan terpecah

Loading suggestions...